Arek Malang Bergerak untuk Sumatra, NGALAMALANG Buka Donasi Digital via QRIS
SUARA3NEWS - Gelombang solidaritas Arek Malang untuk korban bencana alam di Sumatra terus menguat. Melalui gerakan kemanusiaan lintas komunitas bertajuk “NGALAMALANG: Sound of Humanity”, panitia resmi membuka penggalangan donasi digital berbasis QRIS guna memudahkan masyarakat menyalurkan bantuan secara cepat, aman, dan transparan.
Aksi kemanusiaan ini difokuskan untuk membantu proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi solusi efektif dalam menjangkau donatur dari berbagai kalangan.
Ketua Pelaksana NGALAMALANG, Jadmiko Adi, mengatakan penggunaan QRIS merupakan langkah adaptif terhadap kebutuhan donasi di era serba digital.
“Untuk penghimpunan donasi bagi korban bencana di Sumatra, masyarakat bisa langsung menggunakan QRIS NGALAMALANG. Cara ini paling praktis dan dapat diakses oleh siapa saja,” ujar Jadmiko, Jumat (12/12/2025).
Selain donasi digital, panitia juga membuka jalur transfer bank BCA atas nama Jadmiko Adi W dengan nomor rekening 0620776572. Sementara itu, konfirmasi donasi dapat dilakukan melalui Devi Dedy di nomor 0856-0756-8403.
Penggalangan dana tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara “NGALAMALANG: Sound of Humanity” yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/12/2025) di Lapangan SM, Kota Malang. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan musik, tetapi juga menjadi ruang kolektif untuk menyalurkan empati dan aksi nyata kemanusiaan.
Menurut Jadmiko, gerakan ini lahir dari panggilan nurani bersama atas musibah yang menimpa saudara sebangsa di Sumatra.
“Bencana tidak mengenal jarak. Apa yang dirasakan saudara kita di Sumatra seharusnya juga mengetuk hati masyarakat Malang. Ini soal persaudaraan dan kemanusiaan,” tuturnya.
Ia menambahkan, Malang sebagai kota kreatif dengan solidaritas sosial yang kuat memiliki tanggung jawab moral untuk turut hadir dalam proses pemulihan pascabencana. Melalui medium seni, masyarakat diajak berpartisipasi aktif tanpa sekat dan perbedaan.
Menariknya, seluruh rangkaian acara ini digerakkan secara sukarela dan nonkomersial. Para penampil, penyedia sound system, lighting, panggung, hingga tim produksi dan panitia terlibat tanpa orientasi keuntungan.
“Ini bukan acara komersial. Semua yang terlibat bekerja secara gratis dan sukarela. Fokus kami satu, yaitu kemanusiaan,” tegas Jadmiko.
Dengan dukungan berbagai komunitas dan elemen masyarakat, NGALAMALANG: Sound of Humanity diharapkan menjadi simbol kuat persatuan dan kepedulian Malang Raya, sekaligus wujud nyata solidaritas untuk masyarakat Sumatra yang tengah bangkit dari bencana.(red)

