Transaksi QRIS UMKM di Malang Raya Terus Meningkat

Jan 13, 2026 - 16:12
 0
Transaksi QRIS UMKM di Malang Raya Terus Meningkat
Ilustrasi transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS di tempat usaha. Penggunaan pembayaran non-tunai oleh UMKM di Malang Raya terus meningkat seiring dorongan digitalisasi dan perluasan sistem transaksi elektronik.

SUARA3NEWS - Pemanfaatan teknologi digital di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Malang Raya terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu indikator paling nyata terlihat dari meningkatnya penggunaan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang kini semakin jamak digunakan di berbagai sektor usaha, terutama kuliner dan ritel kecil.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga Oktober 2025, volume transaksi QRIS di wilayah Malang Raya dan sekitarnya telah mencapai sekitar 83,2 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 6,5 triliun. Angka tersebut mencerminkan pergeseran pola transaksi masyarakat dari tunai ke non-tunai yang kian masif.

Tren ini tidak berdiri sendiri. Dalam laporan lain, BI juga mencatat bahwa hingga Agustus 2025, nilai transaksi QRIS di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Malang telah menembus sekitar Rp 7,5 triliun, dengan pertumbuhan tahunan yang mencapai lebih dari 60 persen. Capaian tersebut menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran telah menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi lokal.

UMKM Jadi Penggerak Utama

Bank Indonesia menegaskan bahwa sektor UMKM menjadi motor utama dalam adopsi QRIS. Berdasarkan pernyataan resmi BI, sekitar 93 persen pengguna QRIS berasal dari pelaku UMKM, khususnya usaha mikro dan kecil yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Himawan Kusprianto, dalam kegiatan media gathering di Jawa Timur menyampaikan bahwa QRIS dirancang untuk mempermudah pelaku usaha kecil masuk ke ekosistem ekonomi digital tanpa beban biaya dan proses yang rumit.

Dominasi UMKM dalam penggunaan QRIS juga menunjukkan bahwa teknologi pembayaran digital kini tidak lagi eksklusif bagi usaha besar, melainkan telah menjangkau pelaku ekonomi akar rumput.

Dorongan Literasi dan Inklusi Keuangan

Meningkatnya penggunaan QRIS di Malang Raya tidak lepas dari berbagai upaya pendampingan dan edukasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perbankan. Program pelatihan literasi keuangan dan digital terus digencarkan untuk memastikan pelaku UMKM tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya.

Melalui pendekatan tersebut, pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan teknologi digital secara lebih luas, mulai dari sistem pembayaran, pencatatan keuangan, hingga pemasaran berbasis digital.

Tantangan Masih Ada

Meski pertumbuhan transaksi digital terus meningkat, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian. Ketersediaan infrastruktur jaringan internet yang belum merata di beberapa wilayah pinggiran Malang Raya masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku usaha. Selain itu, tingkat literasi digital yang berbeda-beda membuat proses adaptasi teknologi tidak selalu berjalan mulus.

Sejumlah pihak menilai, tanpa pendampingan berkelanjutan, potensi digitalisasi UMKM belum sepenuhnya bisa dimaksimalkan. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan transformasi digital berjalan inklusif.

Arah Transformasi Ekonomi Lokal

Dengan ekosistem pendidikan, komunitas, dan pelaku usaha yang cukup kuat, Malang Raya dinilai memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi digital berbasis UMKM. Peningkatan transaksi QRIS menjadi sinyal bahwa teknologi mulai diterima sebagai kebutuhan, bukan sekadar tren.

Ke depan, penguatan infrastruktur dan peningkatan literasi digital diharapkan dapat mempercepat pemerataan manfaat teknologi, sehingga transformasi digital benar-benar berdampak pada ketahanan ekonomi lokal dan kesejahteraan pelaku UMKM di Malang Raya.(hz)

Helmy zulkarnain S.I.kom Wartawan / redaktur Suara3News Helmy Zulkarnain adalah wartawan Suara3News yang aktif menulis berita nasional, gaya hidup sosial budaya dan teknologi. Ia juga terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa publik Bidang liputan: Pemerintahan & Hukum, Nasional, Sosial Budaya wilayah liputan: Malang Raya, Nasional