Jelang Nataru 2025, Fraksi PKS Ingatkan Pemkot Malang Waspada Bencana Hidrometeorologi

Dec 22, 2025 - 18:12
 0
Jelang Nataru 2025, Fraksi PKS Ingatkan Pemkot Malang Waspada Bencana Hidrometeorologi
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, H. Asmualik, S.T. (tengah), saat meninjau Posko Tanggap Bencana Kota Malang sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 (foto Ist.)

SUARA3NEWS - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang bertepatan dengan masa liburan sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir di wilayah Kota Malang.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Malang sekaligus anggota Komisi D, H. Asmualik, S.T. Ia menilai, lonjakan aktivitas masyarakat serta kedatangan wisatawan saat libur panjang berpotensi meningkatkan risiko bencana jika tidak diimbangi dengan kesiapsiagaan yang matang.

Menurut Asmualik, Pemkot Malang perlu melakukan antisipasi sejak dini, khususnya di titik-titik yang selama ini kerap mengalami genangan maupun banjir ketika hujan deras mengguyur.

“Libur Nataru tahun ini bersamaan dengan libur sekolah. Kota Malang tentu akan menerima banyak wisatawan. Pemerintah daerah harus siap menghadapi kemungkinan genangan air agar tidak sampai menimbulkan korban,” ujar Asmualik saat dikonfirmasi awak media, Jumat (19/12/2025).

Ia menegaskan, tidak semua pengunjung dari luar daerah memahami wilayah-wilayah yang telah dipetakan sebagai kawasan rawan bencana. Kondisi ini, kata dia, perlu diantisipasi melalui langkah preventif yang konkret dan mudah dikenali masyarakat.

Sebagai bentuk mitigasi, Asmualik mendorong Pemkot Malang memasang rambu peringatan dan penanda keselamatan di lokasi-lokasi rawan, seperti saluran drainase, selokan, maupun ruas jalan yang sering tertutup genangan air saat hujan lebat.

“Perlu ada tanda peringatan di titik-titik tertentu. Drainase yang tertutup air sering kali tidak terlihat dan ini berpotensi membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.

Selain itu, Asmualik juga menyoroti pesatnya pertumbuhan tempat hiburan dan destinasi wisata baru di Kota Malang. Ia berharap pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat dan alim ulama turut menjaga agar euforia pergantian tahun tidak berdampak negatif bagi kepentingan publik.

“Kami ingin investasi dan pariwisata tetap berjalan, tetapi keselamatan masyarakat serta tumbuh kembang anak-anak di Kota Malang juga harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan kesiapan dan komitmen yang kuat, Pemkot Malang mampu memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan selama libur sekolah dan perayaan Nataru 2025.

“Saya yakin Kota Malang bisa melaksanakan pengamanan dan mitigasi bencana dengan baik demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan,” pungkasnya.(red/*)