Kronologi Lengkap Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran: 22 Tewas, 54 Selamat

Dec 10, 2025 - 12:18
 0
Kronologi Lengkap Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran: 22 Tewas, 54 Selamat
foto ilustrasi garis polisi yang dipasang pada insiden kebakaran Gedung

SUARA3NEWS - Kebakaran hebat melanda sebuah gedung kantor milik Terra Drone Indonesia di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa siang, 9 Desember 2025. Peristiwa tragis yang terjadi di bangunan tujuh lantai ini dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 12.43 WIB dan dengan cepat berkembang menjadi kobaran besar yang menelan puluhan korban.

Menurut laporan resmi, asap pertama kali terpantau membumbung dari lantai dasar gedung. Saat itu sebagian besar karyawan masih berada di dalam karena waktu kejadian bertepatan dengan jam makan siang. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi menjadi lebih lambat, terlebih saat asap dan panas mulai menjalar ke lantai-lantai di bagian tengah gedung.

Respons Cepat Pemadam dan Evakuasi Dramatis

Tak lama setelah laporan diterima, tim pemadam kebakaran langsung menerjunkan kekuatan besar ke lokasi. Sebanyak 29 unit mobil pemadam serta ratusan personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan penyelamatan. Proses operasi berlangsung intens dan penuh tantangan karena kepungan asap tebal dan api yang menjalar cepat ke bagian atas gedung.

Sejumlah pekerja yang terjebak di lantai 3 dan 4 menjadi fokus utama tim penyelamat. Dua lantai tersebut kemudian diketahui sebagai area yang paling parah terdampak asap. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis—petugas menggunakan tangga darurat hingga aerial ladder untuk mencapai pekerja yang terperangkap di jendela dan balkon gedung.

Beberapa korban yang selamat mengalami sesak napas serta trauma akibat paparan asap pekat. Mereka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Korban Jiwa: 22 Meninggal, 54 Selamat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kemudian memperbarui data korban pada malam hari. Total 76 orang tercatat terdampak dalam insiden ini. Dari jumlah tersebut, 22 orang meninggal dunia, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Sementara itu, 54 orang berhasil diselamatkan melalui berbagai skema evakuasi, baik dari dalam ruang kantor maupun melalui jalur luar gedung.

Petugas pemadam melaporkan bahwa sebagian besar korban ditemukan di area lantai 3 dan 4, lokasi yang disebut-sebut menjadi titik kritis karena laju penyebaran asap yang sangat cepat. Hingga malam hari, tim masih melanjutkan proses pendinginan serta penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi potensi api tersisa.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Meski beredar sejumlah dugaan awal dari para saksi yang menyebut kemungkinan adanya percikan dari perangkat elektronik atau baterai berkapasitas tinggi, pihak kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan resmi belum dapat diberikan.

Tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat bersama unit forensik kini tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Investigasi meliputi:

  • pemeriksaan ruang penyimpanan dan servis,

  • analisis komponen elektronik yang tersisa,

  • pengecekan instalasi listrik,

  • peninjauan jalur evakuasi dan ventilasi gedung.

Hasil penyidikan baru akan diumumkan setelah laporan lengkap selesai disusun.

Kerugian dan Dampak Lebih Luas

Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini juga mengakibatkan kerugian besar pada fasilitas gedung maupun perangkat kerja perusahaan. Kerusakan meliputi bagian struktur bangunan, sistem kelistrikan, hingga inventaris perusahaan yang sebagian besar terkait dengan operasional teknologi dan perangkat drone. Hingga kini belum ada estimasi resmi mengenai total kerugian material.

Tragedi ini sekaligus menyoroti kembali pentingnya standar keselamatan kerja, khususnya pada sektor industri teknologi yang menggunakan perangkat berenergi tinggi seperti baterai litium. Pemerintah daerah dan regulator kini didorong mengevaluasi kembali penerapan protokol keselamatan di kantor-kantor bertingkat dan industri ringan, termasuk sistem pemadam internal, jalur evakuasi, serta manajemen risiko kebakaran.

Langkah Lanjutan dan Imbauan

Pemerintah provinsi, BPBD, dan aparat kepolisian memastikan proses investigasi dan identifikasi korban dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Publik diimbau menunggu informasi resmi agar tidak terjadi penyebaran data yang keliru atau melukai keluarga korban. Dukungan medis dan psikologis juga dimaksimalkan untuk para penyintas maupun keluarga yang terdampak.

Media dan masyarakat diminta berhati-hati dalam menyebarkan gambar atau video insiden sebelum diverifikasi, demi menjaga privasi korban dan mematuhi etika jurnalistik.

Kebakaran gedung Terra Drone Kemayoran menjadi salah satu insiden paling memilukan di Jakarta tahun ini. Selain menyebabkan hilangnya 22 nyawa, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan kerja dan standar perlindungan gedung harus terus diperketat. Penyidikan masih berjalan, dan publik berharap ada langkah konkret agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Helmy zulkarnain S.I.kom Wartawan / redaktur Suara3News Helmy Zulkarnain adalah wartawan Suara3News yang aktif menulis berita nasional, gaya hidup sosial budaya dan teknologi. Ia juga terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa publik Bidang liputan: Pemerintahan & Hukum, Nasional, Sosial Budaya wilayah liputan: Malang Raya, Nasional