Stabilkan Harga Bahan Pokok, DIskopindag Kota Malang Luncurkan Program Pasar Murah dan Warung Tekan Inflasi

Feb 26, 2024 - 17:15
 0
Stabilkan Harga Bahan Pokok, DIskopindag Kota Malang Luncurkan Program Pasar Murah dan Warung Tekan Inflasi

SUARA3NEWS, Kota Malang – Kenaikan bahan pokok menjelang bulan Ramadhan tahun 2024 hampir dirasakan di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kota Malang. Kenaikan harga pada bahan pokok terjadi utamanya kepada harga beras, telur, cabai dan gula.

Berdasarkan pengamatan di tiga pasar (Pasar Madyopuro, Pasar Sawojajar, dan Pasar Lesanpuro) terdapat kenaikan harga pada beberapa bahan pokok.

Seperti beras yang menginjak angka Rp.15.000 – Rp.16.000 perkilo. Harga telur juga melambung tinggi yang mencapai angka Rp.30.000 – Rp.32.000 perkilo. Untuk gula dan cabai juga mengalami kenaikan, harga gula sendiri mencapai Rp.17.000 perkilo dan cabai mencapai Rp. 80.000 per kilo.

Selain dari harga-harga diatas yang mengalami kenaikan, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan baik minyak goreng curah maupun minyak goreng kemasan.

Luh Putu Eka selaku Analis Madya Perdagangan, Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang pada hari Senin (26/02/2024) membenarkan bahwa terjadi kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadhan.

Perempuan yang akrab disapa Eka tersebut menuturkan bahwa kenaikan harga bahan pokok tersebut juga dipicu oleh beberapa faktor.

“Memang masalah kenaikan harga hampir semua tidak hanya di Kota Malang saja, tapi hampir di seluruh Indonesia juga mengalami kenaikan harga. Kenaikan beras itu dipicu pertama waktu El Nino kan kering kemudian musim hujan, kemudian kan belum musim panen,” ujarnya.

“Kemudian ada juga kenaikan telur yang dipicu oleh naiknya harga pakan karena harga jagung juga naik. Kemudian permintaan sekarang mendekati bulan puasa naik, sehingga tidak balance antara permintaan dan ketersediaan,” tambah Eka.

Luh Putu Eka menyampaikan bahwa dalam merespon hal tersebut Diskopindag Kota Malang meluncurkan Program Pasar Murah dan Warung Tekan Inflasi. Program ini merupakan upaya Pemerintah Kota (PEMKOT) Malang dalam mengendalikan kestabilan harga bahan pokok.

Program pasar murah sendiri merupakan program menjual langsung paket sembako kepada masyarakat dengan harga di bawah harga pasar. Luh Putu Eka juga menyampaikan bahwa pasar murah ini menyasar rumah tangga msikin yang sudah terdata di Dinas Sosial (DINSOS) Kota Malang. Mengenai sumber dana dari kegiatan pasar murah ini bersumber dari APBD Kota Malang.

“Mekanismenya ya kita jual paket. Kita kembalikan ke definisi pasar murah ya, pasar murah itu adalah kegitan bagaimana kita menjual langsung paket sembako kepada masyarakat melalui kerjasama dengan penyedia dalam bentuk paket dijual dengan harga dibawah pasar. Pasar murah ini memang sasarannya rumah tangga miskin yang sudah terdata di DINSOS, jadi kami tidak meraba-raba sendiri tapi berdasarkan data DINSOS yang sudah by name dan by address,” kata Luh Putu Eka.

“Paket ini sebenarnya harganya 200 ribu ada beras premium 5 kg, gula 1 kg, minyak 1 liter, bawang merah dan bawang putih masing-masing 1 Kg. 200 ribu ini kan include pajak, packing, ongkos angkut dan sebagainya, itu sebagai bentuk subsidi 100 ribu jadi masyarakat tinggal membeli 100 ribu sehingga masyarakat bisa menjangkau. Untuk bertransaksi di Pasar Murah masyarakat membawa kupon dan melampirkan KTP Kota Malang, karena ini di Kedungkandang melampirkan KTP Kota Malang warga Kedungkandang. Jadi memang kami perketat disitu, hanya untuk warga yang ber KTP Kota Malang karena program ini bertujuan untuk membantu mengendalikan inflasi di Kota Malang ,” sambung Luh Putu Eka.

Kegiatan pasar murah ini sudah berjalan selama 5 hari yakni pada tanggal 20,21,22,23, dan 26 Februari 2024 di 5 kecamatan berbeda. Untuk di Kecamatan Kedungkandang berlokasi di halaman Kantor Diskopindag Kota Malang Jl. Simpang Terusan Danau Sentani No.3 Malang, Kecamatan Lowokwaru di Lapangan Merjosari, Kecamatan Blimbing di Kantor Kelurahan Bunulrejo, Sukun di Kantor Kelurahan Bakalankrajan, Klojen berlokasi di Kantor Kelurahan Gadingasri.

Luh Putu Eka juga menyampaikan bahwa kegiatan Pasar Murah ini sudah berkali-kali dilaksanakan, dalam setahun biasanya dilaksanakan 2 kali, menjelang ramadhan dan menjelang natal dan tahun baru.

Dihaknya juga mengatakan bahwa sebenarnya program Pasar Murah ini merupakan andalan dari Diskopindag Kota Malang dalam menangani kenaikan harga, akan tetapi karena beberapa tahun terakhir inflasi di Kota Malang tinggi sehingga ada program jitu yang lain yakni program Warung Tekan Inflasi.

“Karena inflasi yang hampir 2 tahun tinggi ini sehingga ada jurus paling jitu yaitu Warung Tekan Inflasi, itu sudah katanya Pak PJ Wali Kota senjata terakhir dan kemarin terbukti. Dan kita mau buka lagi Warung Tekan Inflasi dan disitulah intervrensi pemerintah melalui Diskopindag untuk menstabilkan kembali harga di pasar,” tambah Luh Putu Eka.

Selanjutnya Luh Putu Eka juga menjelaskan mengenai mekanisme Warung Tekan Inflasi yang sudah terlaksana di 3 pasar (Pasar Blimbing, Pasar Dinoyo, dan Pasar Besar), pihaknya juga menuturkan untuk mekanisme Warung Tekan Inflasi yang akan datang masih dalam proses pembahasan.

“Kalau yang kemarin ya kita menjual di pasar itu dengan pemberian diskon (dibawah harga pasar). Kita ada petugas yang menjual, kita menjual ke warga dan pedagang tapi pedagang wajib menjual sesuai dengan harga yang kita tentukan. Jadi ga boleh beli di kita murah terus di jual dengan harga tinggi kan sama aja, jadi kita batasi boleh ambil untung berapa itu sudah kita pantau pedagangnya makanya efeknya luar biasa kemarin itu,” ungkapnya.

“Untuk selanjutnya kita tunggu arahan Kepala Dinas dulu karena perlu ada evaluasi terkait pelaksanaan yang lalu, mungkin minggu depan karena itu yang paling jitu dan signifikan untuk menurunkan inflasi,” pungkas Eka. (DNTQ)