Suasana Haru Iringi Jenazah Romo Benny Dewan Pengarah BPIP ke Peristirahatan Terakhir

Oct 7, 2024 - 22:30
 0
Suasana Haru Iringi Jenazah Romo Benny Dewan Pengarah BPIP ke Peristirahatan Terakhir
Romo Benny saat dibawa ke peristirahatan terakhir makan kristen sukun kota malang (foto : An Mei)

SUARA3NEWS, Kota Malang - Suasana duka mengiringi upacara pemakaman Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), R.D. Antonius Benny Susetyo.

Pria yang akrab disapa Romo Benny itu tutup usia di Rumah Sakit Mitra Medika, Pontianak pada hari Sabtu (5/10/2024) di usia 55 tahun. 

Jenazah adik kandung dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Eddy Susetyo tersebut dikebumikan di Makam Belanda Sukun, Kota Malang Pada hari Senin (07/10/2024) pukul 12.03 WIB.

Sebelum prosesi pemakaman, dilakukan misa bagi mendiang Romo Benny di Gereja St. Albertus Trapani, Kota Malang.

Pemakaman Romo Benny dihadiri oleh ratusan pelayat dan beberapa tokoh seperti Megawati Soekarno Putri, Sri Untari Bisowarno, Hasto Kristiyanto. 

Pada sesi upacara pemakaman diawali oleh pemberkatan makam yang dipimpin oleh Romo Joko. Adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman adalah Sekertaris Dewan Pengarah BPIP, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya.

Pada saat amanat, Wisnu Bawa Tenaya mengungkapkan bahwa sosok Romo Benny wafat pada saat menjalankan tugas negara, sehingga patut diakui bahwa Romo Benny memiliki dedikasi dan komitmen yang kuat dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila. Wisnu juga mengungkapkan bahwa Romo Benny merupakan pejuang kemanusiaan dan demokrasi.

”Kita semua tahu bahwa almarhum wafat disaat menjalankan tugas negara, dengan misi memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di Pontianak, Kalimantan Barat. Kita semua menyadari dedikasi Romo Benny dalam menyebarkan nilai-nilai pancasila sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara. Mendiang juiga merupakan sosok yang memiliki komitmen kuat dalam mengawal Pancasila,” ujar Wisnu Bawa Tenaya.

”Mendiang juga dikenal sebagai pejuang kemanusiaan, toleransi dan demokrasi sejak lama, beliau tidak pernah mengenal lelah dalam melakukan advokasi dan menyuarakan kritik-kritik yang konstruktif untuk kemajuan dan perbaikan demokrasi di Indonesia melalui tulisan-tulisannya. Untuk itu sekali lagi saya mengajak masyarakat yang hadir pada siang hari ini ataupun pernah berinteraksi dan mengikuti perjalanan beliau selama hidup, untuk sudilah kiranya mengikhlaskan dan memaafkan segala kesalahan dan kehilafan mendiang,” sambung Wisnu Bawa Tenaya. 

Sementara itu, Kakak kandung mendiang Romo Benny, Andreas Eddy Susetyo mengungkapkan semoga apa yang menjadi cita-cita almarhum dapat diteruskan walaupun tidak mudah. Pihaknya juga selaku perwakilan keluarga memohon maaf kepada siapapun apabila selama berinteraksi dengan Romo Benny ada hal yang tidak berkenan. Pihaknya mengungkapkan walau dengan segala kelebihan dan kekurangannya, apapun yang dilakukan oleh Romo Benny adalah untuk kebaikan bersama.