Harlah NU dan Closing Party Padati Malang, Warga Ikut Merasakan Dampaknya
SUARA3NEWS - Awal Februari 2026 menjadi momentum padat aktivitas bagi warga Malang. Dalam dua hari berturut-turut, kota ini menjadi tuan rumah dua agenda besar yang menarik gelombang massa: Mujahadah Kubro peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) dan acara musik Closing Party 2026. Kedua peristiwa itu tidak hanya memadati ruang publik, tetapi juga memberi dampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga lokal, dari bisnis hingga pola aktivitas warga.
Harlah 1 Abad NU: Perhelatan Besar dengan Ribuan Jamaah
Pada 7–8 Februari 2026, Stadion Gajayana dipersiapkan sebagai pusat kegiatan Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama. Agenda ini diproyeksikan diikuti puluhan ribu jamaah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Menurut Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, sekitar 4.000 personel gabungan disiagakan untuk mengawal keamanan dan kenyamanan jalannya acara. Personel ini berasal dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, Banser, Satpol PP, Dishub, hingga tim medis.
Kolaborasi juga tampak dari beragam organisasi masyarakat dan lintas agama yang bahu-membahu memberikan layanan bagi jamaah. PCNU, Muhammadiyah, dan sejumlah gereja lokal bekerja sama menyediakan layanan kesehatan, logistik, dan posko informasi, memperlihatkan harmoni sosial yang ikut menjadi sorotan kegiatan ini.
Selain aspek pengamanan dan layanan sosial, kesiapan fasilitas pendukung seperti air bersih juga menjadi bagian penting dalam persiapan. Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menyiapkan 200 titik layanan air minum dan fasilitas wudhu/MCK di sekitar Stadion Gajayana guna menunjang kenyamanan jamaah selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Closing Party 2026: Euforia Musik Menjelang Ramadan
Sementara itu, pada 8 Februari 2026, gelaran Closing Party 2026 menjadi magnet tersendiri terutama bagi kalangan muda dan penikmat musik. Menurut informasi yang dipublikasikan media lokal, acara yang digagas oleh PRESTON.CO itu mengonfirmasi penampilan sejumlah musisi ternama, termasuk Hindia, NDX AKA, Jason Zeran, dan Guyon Waton sebagai bagian dari line-up yang akan menghibur penonton.
Acara ini direncanakan berlangsung di Lapangan Sudimoro, Kota Malang, sebagai ajang hiburan besar menjelang bulan Ramadan 1447 H, menarik antusiasme tidak hanya warga lokal tetapi juga pengunjung dari luar kota.
Dampak Nyata terhadap Warga dan Aktivitas Kota
Kedua agenda besar tersebut membawa dampak langsung yang mulai dirasakan oleh warga Malang dalam beberapa hari terakhir:
1. Perputaran Ekonomi Lokal Melonjak
Banyak pelaku usaha kecil, termasuk warung makan dan UMKM lokal, melaporkan peningkatan pengunjung dan aktivitas ekonomi. Kebutuhan konsumsi jamaah dan penonton konser tercatat menyumbang lonjakan permintaan yang nyata dalam beberapa sektor jasa.
2. Mobilitas dan Aktivitas Warga Berubah
Dengan ribuan orang tiba secara bersamaan, sejumlah ruas jalan di pusat kota dan sekitar Stadion Gajayana mengalami penyesuaian pola lalu lintas. Warga yang beraktivitas rutin harus mengatur ulang jadwal atau rute untuk menghindari kemacetan.
3. Layanan Publik & Infrastruktur Teruji
Pengaturan fasilitas seperti air minum, sanitasi, layanan kesehatan, dan keamanan kota mendapatkan ujian nyata dengan kebutuhan tinggi dalam waktu singkat. Penyediaan layanan air melalui 200 titik fasilitas oleh Perumda Tugu Tirta menjadi contoh kesiapan layanan publik menghadapi lonjakan massa.
4. Harmoni Sosial Menjadi Sorotan
Kolaborasi lintas organisasi agama dalam layanan jamaah Harlah NU menjadi sorotan positif, menunjukkan solidaritas sosial dan harmoni dalam keberagaman saat Malang menjadi tuan rumah agenda besar.
Awal Februari ini memperlihatkan bagaimana Malang mampu menjadi epicentrum aktivitas sosial dan budaya. Dua agenda besar, meski berbeda karakter—satu bersifat keagamaan besar nasional, dan satu hiburan musik berskala besar—sama-sama menyumbang dinamika baru terhadap ekonomi, sosial, dan mobilitas warga.
Bagi banyak warga, momentum ini membuka peluang ekonomi dan sosial. Namun pada saat yang sama, adaptasi terhadap pola aktivitas yang berubah, penataan fasilitas publik, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan dampak positif dari acara semacam ini bisa dimaksimalkan tanpa merugikan kenyamanan publik.(red)

