Kos di Malang Kian Mahal Awal 2026, Mahasiswa Perantau Terjepit Biaya Hidup

Jan 20, 2026 - 19:35
 0
Kos di Malang Kian Mahal Awal 2026, Mahasiswa Perantau Terjepit Biaya Hidup
Ilustrasi meteran listrik prabayar (token) di rumah kos. Biaya operasional seperti listrik dan perawatan disebut pemilik kos sebagai salah satu faktor kenaikan harga sewa di Malang awal 2026.(suara3news)

SUARA3NEWS - Kenaikan harga sewa kos di sejumlah kawasan favorit mahasiswa di Kota Malang mulai dirasakan sejak awal 2026. Fenomena ini memicu keluhan dari mahasiswa perantau hingga orang tua, yang menilai lonjakan biaya hunian terjadi cukup tajam dibanding tahun sebelumnya.

Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan dengan puluhan kampus negeri dan swasta, selama ini menjadi tujuan utama mahasiswa dari berbagai daerah. Namun, memasuki semester awal 2026, biaya kos disebut semakin memberatkan, terutama di kawasan sekitar kampus besar.

Kenaikan Terasa di Kawasan Kampus

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga kos di wilayah Lowokwaru, Dinoyo, Tlogomas, Sumbersari, hingga kawasan Soekarno-Hatta mengalami kenaikan berkisar Rp100 ribu hingga Rp400 ribu per bulan, tergantung fasilitas dan lokasi.

Kos yang sebelumnya berada di kisaran Rp700 ribu per bulan kini banyak ditawarkan di angka Rp900 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, khususnya kos dengan kamar mandi dalam, akses WiFi, dan parkir motor. Untuk kos putri atau kos eksklusif, tarif bahkan menembus Rp1,5 juta per bulan.

“Awalnya kos saya Rp800 ribu, sekarang naik jadi Rp1,1 juta. Padahal fasilitasnya sama,” ujar Rani, mahasiswi asal Blitar yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang.

Mahasiswa dan Orang Tua Mengeluh

Kenaikan harga ini membuat mahasiswa harus menyesuaikan ulang pengeluaran bulanan. Sebagian terpaksa pindah ke kos yang lebih jauh dari kampus, sementara yang lain memilih tinggal bersama teman untuk menekan biaya.

“Kalau ditotal, uang kos sekarang hampir setara biaya makan sebulan. Orang tua juga keberatan,” kata Ahmad, mahasiswa asal Lumajang.

Keluhan serupa juga datang dari orang tua mahasiswa. Mereka menilai biaya hidup di Malang yang dulunya relatif terjangkau, kini mulai mendekati kota besar lain.

“Malang dulu terkenal murah. Sekarang kos anak saya hampir sama dengan di Surabaya,” ungkap Sulastri, orang tua mahasiswa dari Kediri.

Faktor Penyebab Kenaikan

Pemilik kos menyebut kenaikan tarif tidak terjadi tanpa alasan. Biaya operasional yang meningkat, seperti listrik, air, perawatan bangunan, hingga pajak, menjadi faktor utama.

“Tagihan listrik naik, biaya perawatan juga mahal. Kalau tidak dinaikkan, kami sulit menutup biaya,” ujar salah satu pemilik kos di kawasan Dinoyo yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, tingginya permintaan di awal tahun akademik dan terbatasnya ketersediaan kos di sekitar kampus turut mendorong kenaikan harga. Banyak kos penuh bahkan sebelum semester berjalan.

Dampak Sosial Mulai Terlihat

Kondisi ini mulai berdampak pada pola hidup mahasiswa. Sebagian memilih pulang-pergi dari daerah sekitar Malang Raya, sementara lainnya mencari kos di wilayah pinggiran dengan jarak tempuh lebih jauh.

Pengamat pendidikan menilai kenaikan biaya hunian berpotensi memengaruhi keberlanjutan studi mahasiswa dari keluarga menengah ke bawah, terutama jika tidak diimbangi dengan kebijakan penunjang.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Malang terkait lonjakan harga kos. Namun isu ini dinilai perlu mendapat perhatian, mengingat Malang bergantung besar pada sektor pendidikan dan mahasiswa sebagai penggerak ekonomi lokal.

Ujian Biaya Hidup Kota Pendidikan

Kenaikan harga kos di awal 2026 menjadi sinyal bahwa biaya hidup di Malang terus bergerak naik. Bagi mahasiswa dan keluarga, kondisi ini menjadi ujian tersendiri dalam mempertahankan pendidikan di tengah tekanan ekonomi.

Jika tidak dikelola dengan baik, Malang berisiko kehilangan citranya sebagai kota pendidikan yang ramah bagi mahasiswa dari berbagai lapisan.(hz)

Helmy zulkarnain S.I.kom Wartawan / redaktur Suara3News Helmy Zulkarnain adalah wartawan Suara3News yang aktif menulis berita nasional, gaya hidup sosial budaya dan teknologi. Ia juga terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa publik Bidang liputan: Pemerintahan & Hukum, Nasional, Sosial Budaya wilayah liputan: Malang Raya, Nasional