Mobil Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Kepanjen, Bahaya Laten yang Kerap Diabaikan Pengendara
SUARA3NEWS - Sebuah mobil pikap Suzuki Carry terbakar saat tengah mengisi bahan bakar di SPBU Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (20/1/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.45 WIB itu menjadi pengingat serius akan risiko keselamatan yang bisa muncul di area SPBU jika kondisi kendaraan tidak benar-benar aman.
Api diketahui muncul ketika pengisian BBM hampir selesai. Situasi sempat menegangkan karena lokasi kejadian berada tepat di area pompa, yang dikenal memiliki potensi bahaya tinggi akibat uap bahan bakar yang mudah terbakar.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan kendaraan tersebut dikemudikan oleh SM (29), warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak. Saat itu, korban berniat mengisi BBM senilai Rp 250 ribu.
“Ketika pengisian sudah mencapai sekitar Rp 200 ribu, tiba-tiba api muncul dari dalam kendaraan. Kejadian berlangsung sangat cepat,” ujar AKP Bambang, Rabu (21/1/2026).
Api Muncul dari Dalam Kendaraan, Evakuasi Dilakukan Darurat
Melihat api menyala, korban bersama petugas SPBU dan warga sekitar langsung mengambil langkah darurat. Mobil didorong menjauh dari area pompa guna mencegah api menjalar dan memicu ledakan yang lebih besar.
Langkah cepat tersebut dinilai krusial. Dalam banyak kasus, keterlambatan evakuasi di area SPBU bisa berujung pada kebakaran yang lebih luas dan membahayakan pengunjung lain.
“Respons cepat di lokasi sangat membantu mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi lebih parah,” kata AKP Bambang.
Pengemudi Alami Luka Bakar, Dilarikan ke Rumah Sakit
Akibat insiden tersebut, SM mengalami luka bakar di bagian punggung tangan kanan dan kiri, serta punggung kaki sebelah kiri. Korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban mengalami luka bakar, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelas AKP Bambang.
Petugas kepolisian menerima laporan melalui layanan darurat 110. Tak lama kemudian, anggota Polsek Kepanjen bersama piket Reskrim dan Pamapta Polres Malang mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan serta penanganan awal.
Dugaan Penyebab Masih Diselidiki, Kondisi Kendaraan Jadi Sorotan
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti munculnya api dari dalam kendaraan. Namun, secara umum, kebakaran kendaraan saat pengisian BBM sering dikaitkan dengan masalah teknis, seperti kebocoran sistem bahan bakar, instalasi kelistrikan yang bermasalah, atau modifikasi kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan.
“Penyebab pasti masih kami dalami. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan faktor pemicu kebakaran,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Malang berhasil memadamkan api dalam waktu kurang dari satu jam. Setelah api padam, kendaraan segera dievakuasi agar aktivitas pelayanan SPBU bisa kembali berjalan normal.
Prosedur Keselamatan di SPBU Kembali Diingatkan
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya prosedur keselamatan saat mengisi BBM, baik bagi pengendara maupun pengelola SPBU. Pengemudi diimbau memastikan mesin kendaraan mati, tidak melakukan aktivitas berisiko, serta rutin memeriksa kondisi tangki dan sistem bahan bakar sebelum pengisian.
“Keselamatan di SPBU adalah tanggung jawab bersama. Kendaraan yang tidak dalam kondisi prima berpotensi menimbulkan risiko serius,” kata AKP Bambang.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 juta. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman lanjutan.
“Masyarakat kami imbau lebih waspada dan memastikan kendaraan aman sebelum mengisi BBM, demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.(hz/*)

