Operasi Lilin 2025 Dinilai Sukses, Fatalitas Kecelakaan Turun 27 Persen Selama Nataru
SUARA3NEWS - Pelaksanaan Operasi Lilin 2025 yang digelar Korlantas Polri selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai berhasil menciptakan situasi aman, tertib, dan kondusif di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu indikator utamanya adalah penurunan signifikan angka kecelakaan dan korban meninggal dunia dibandingkan tahun sebelumnya.
Operasi yang berlangsung selama 14 hari, sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, mendapat apresiasi dari analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, serta soliditas seluruh jajaran Polri di tingkat pusat hingga daerah.
Menurut Nasky, persiapan dan pelaksanaan Operasi Lilin 2025 menunjukkan koordinasi lintas satuan yang matang, mulai dari Mabes Polri, Polda, hingga Polres. Fokus pengamanan tidak hanya pada perayaan ibadah Natal, tetapi juga mencakup pengendalian arus lalu lintas, pengamanan lokasi wisata, serta mitigasi potensi bencana selama libur panjang.
“Ibadah Natal berlangsung dengan aman dan khidmat. Mobilitas masyarakat selama Nataru juga relatif lancar. Walaupun ada kepadatan di beberapa titik, kondisi tetap terkendali dan tidak sampai menimbulkan kemacetan parah,” kata Nasky dalam keterangan tertulis, Minggu (4/1/2026).
Ia menambahkan, daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, termasuk kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, mendapat pengawasan khusus, baik dari sisi keamanan maupun kesiapsiagaan bencana alam.
Angka Kecelakaan dan Korban Meninggal Turun
Berdasarkan data yang dihimpun, Nasky memaparkan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Lilin 2025 menurun secara signifikan. Pada periode yang sama tahun 2024 tercatat 3.430 kejadian, sementara pada 2025 turun menjadi 3.183 kejadian, atau berkurang 247 kasus (sekitar 7,20 persen).
Penurunan lebih tajam terjadi pada jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Dari 553 orang pada 2024, turun menjadi 403 orang pada 2025, atau berkurang 150 korban jiwa (sekitar 27,12 persen).
“Data ini menunjukkan bahwa kinerja Operasi Lilin 2025 jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran Polri,” ujar Nasky yang akrab disapa NPT.
Ia juga menilai penerapan rekayasa lalu lintas selama Operasi Lilin berjalan efektif dan terukur, khususnya di jalur-jalur strategis dengan volume kendaraan tinggi.
“Indikator keberhasilan Operasi Nataru 2025 terlihat jelas. Situasi harkamtibmas terkendali, tidak ada peristiwa menonjol, dan dari sisi keselamatan lalu lintas, Korlantas Polri mampu menekan fatalitas korban meninggal dunia sesuai target Decade of Action, bahkan melampauinya,” jelasnya.
Modal Menuju Operasi Ketupat 2026
Founder Nasky Milenial Center itu menegaskan, keberhasilan Operasi Lilin 2025 menjadi modal strategis bagi Polri dalam menghadapi tantangan pengamanan berikutnya, yakni Operasi Ketupat 2026 pada momentum Ramadan dan Idulfitri.
Ia mengingatkan bahwa mobilitas masyarakat saat Lebaran umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan periode Nataru, sehingga persiapan harus dilakukan lebih matang.
“Kami berharap Polri dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja pada Operasi Ketupat mendatang. Sebagai bagian dari masyarakat sipil, kami juga akan terus memantau agar pengamanan berjalan optimal,” ujarnya.
Lebih jauh, Nasky menilai keberhasilan Operasi Lilin 2025 menjadi bukti kuatnya sinergi lintas sektor, melibatkan Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, TNI, pengelola jalan tol, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Tren positif ini perlu dijaga agar keamanan dan keselamatan publik semakin meningkat di setiap agenda nasional,” pungkasnya.(hz/*)

