Krisis RAM Global Mengancam, Harga HP dan Laptop Berpotensi Naik

Dec 22, 2025 - 10:49
 0
Krisis RAM Global Mengancam, Harga HP dan Laptop Berpotensi Naik
Ilustrasi komponen memori RAM pada motherboard komputer — komponen penting yang kini mengalami tekanan pasokan global dan berdampak pada harga gadget serta laptop.foto altaira freeimages.com

SUARA3NEWS - Krisis pasokan RAM global mulai menjadi perhatian dunia teknologi. Jika berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan industri, tetapi juga konsumen pengguna HP dan laptop. Membeli gadget atau laptop baru kini tidak lagi semudah beberapa waktu lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, harga perangkat elektronik mulai bergerak naik, dan tren ini diperkirakan belum akan berhenti. Salah satu pemicunya adalah krisis pasokan chip Random Access Memory (RAM) yang terjadi secara global.

Bagi konsumen, dampaknya terasa langsung. Perangkat yang sebelumnya masih terjangkau kini mulai melewati batas anggaran, terutama untuk produk dengan spesifikasi memori besar. Di tengah kebutuhan kerja, belajar, dan aktivitas digital yang semakin tinggi, kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Di balik kenaikan harga tersebut, terdapat perubahan besar di industri teknologi. RAM yang selama ini identik dengan gadget dan komputer pribadi kini menjadi komponen penting dalam pengembangan teknologi tingkat lanjut, termasuk kecerdasan buatan dan pusat data berskala besar.

Ketika Permintaan Teknologi Tinggi Menggerus Pasokan Konsumen

RAM bukan sekadar pelengkap perangkat elektronik. Komponen ini menentukan seberapa cepat aplikasi berjalan, seberapa lancar multitasking dilakukan, dan seberapa lama perangkat bisa mengikuti perkembangan teknologi terbaru.

Belakangan, permintaan RAM melonjak tajam bukan dari pasar konsumen, melainkan dari industri teknologi kelas berat. Pengembangan kecerdasan buatan dan sistem komputasi skala besar membutuhkan memori dalam jumlah jauh lebih besar dibanding smartphone atau laptop rumahan.

Situasi ini membuat produsen chip global mengalihkan prioritas produksinya ke memori berperforma tinggi untuk server dan pusat data. Akibatnya, pasokan RAM untuk gadget dan laptop konsumen menjadi semakin ketat, sementara permintaan tetap stabil.

Saat Komponen Kecil Mengubah Harga Perangkat

Tekanan pasokan tersebut mendorong kenaikan harga RAM di pasar global. Modul memori yang digunakan pada smartphone, laptop, dan komputer kini tidak lagi berada di level harga yang sama seperti sebelumnya.

Bagi produsen perangkat, kondisi ini menjadi tantangan besar. RAM merupakan salah satu komponen penting dalam struktur biaya produksi. Pada laptop dan PC, porsi biaya memori bisa mencapai belasan persen dari total biaya pembuatan.

Ketika harga RAM naik, ruang gerak produsen menjadi terbatas. Pilihannya hanya dua: menaikkan harga jual perangkat, atau menyesuaikan spesifikasi agar harga tetap kompetitif.

Gambar header infografis DRAM (Grafik ini menunjukkan tren kenaikan harga RAM di tingkat pabrik yang berimbas pada naiknya harga gadget dan laptop di pasaran)

Konsumen Mulai Menahan Belanja Teknologi

Di sisi konsumen, dampak krisis RAM mulai terlihat dari perubahan perilaku pembelian. Harga smartphone dan laptop dengan spesifikasi menengah hingga tinggi diperkirakan mengalami kenaikan bertahap, seiring penyesuaian biaya produksi.

Dalam skenario tertentu, kenaikan harga ini bisa membuat konsumen menunda pembelian perangkat baru atau bertahan lebih lama dengan perangkat lama. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pasar teknologi, terutama di segmen menengah yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan.

Produsen pun mulai menyusun strategi alternatif, seperti menghadirkan varian dengan kapasitas RAM lebih kecil atau mengoptimalkan perangkat lunak agar tetap berjalan di spesifikasi yang lebih rendah.

Baca juga: Rekomendasi HP Murah Terbaik dengan Performa Kencang,Stabil dan Baterai Awet Mulai Rp1 Jutaan

Teknologi Terus Maju, Akses Bisa Menyempit

Ironi muncul ketika teknologi berkembang semakin cepat, tetapi akses terhadap perangkat yang memadai justru berisiko menyempit. Aplikasi modern, sistem operasi terbaru, hingga fitur berbasis AI menuntut RAM lebih besar agar berjalan optimal.

Namun, di saat yang sama, harga perangkat dengan kapasitas memori besar semakin sulit dijangkau. Jika kondisi ini berlanjut, kesenjangan akses teknologi berpotensi melebar, terutama bagi pengguna yang bergantung pada perangkat digital untuk produktivitas sehari-hari.

Tekanan Pasokan Diperkirakan Masih Berlanjut

Pelaku industri memperkirakan krisis RAM global belum akan mereda dalam waktu dekat. Permintaan dari sektor teknologi tinggi terus meningkat, sementara penambahan kapasitas produksi chip memerlukan waktu dan investasi besar.

Selama keseimbangan antara pasokan dan permintaan belum tercapai, harga gadget dan laptop diperkirakan tetap berada di level tinggi, bahkan berpotensi kembali naik dalam beberapa periode ke depan.

Krisis RAM global menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak selalu berjalan seiring dengan keterjangkauan harga. Kelangkaan chip memori kini berperan besar dalam kenaikan harga gadget dan laptop, sekaligus memengaruhi daya beli masyarakat.

Di tengah ketergantungan pada perangkat digital, tantangan ke depan bukan hanya menghadirkan teknologi terbaru, tetapi memastikan teknologi tersebut tetap bisa diakses oleh banyak orang. (hz)

Helmy zulkarnain S.I.kom Wartawan / redaktur Suara3News Helmy Zulkarnain adalah wartawan Suara3News yang aktif menulis berita nasional, gaya hidup sosial budaya dan teknologi. Ia juga terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa publik Bidang liputan: Pemerintahan & Hukum, Nasional, Sosial Budaya wilayah liputan: Malang Raya, Nasional