Peringatan 26 Tahun Reformasi, Cipayung Malang Sebut Jokowi Begal Reformasi

May 21, 2024 - 19:03
 0
Peringatan 26 Tahun Reformasi, Cipayung Malang Sebut Jokowi Begal Reformasi
ratusan mahasiswa di malang raya memperingati 26 tahun reformasi

SUARA3NEWS, Kota Malang - Peringatan reformasi yang telah berumur 26 tahun diwarnai aksi massa mahasiswa Cipayung Plus.

Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi extra kampus seperti GMNI, PMII, PMKRI, HMI, dan lain-lain berkumpul di depan DPRD Kota Malang pada Selasa, (21/5/2024). 

Selain itu massa aksi yang tergabung dari berbagai kampus di Malang mengawali aksinya dengan long march dari Universitas Brawijaya.

Aksi massa sempat berlangsung panas, mahasiswa yang sudah berorasi sejak pukul 15.00 WIB membakar ban bekas dan mencoba mendobrak pagar gedung DPRD.

Bagi mereka reformasi 1998 adalah pintu masuk dari demokratisasi yang mampu menata kembali kehidupan bernegara setelah dipimpin oleh rezim suharto.

Dalam tuntutannya mahasiswa mendesak pemerintah untuk melakukan penguatan kembali lembaga KPK, mengesahkan RUU perampasan aset, menolak revisi UU Penyiaran, menolak komersialisasi dan liberalisasi pendidikan, mendesak pengesahan UU Pekerja Rumah Tangga, menuntaskan kasus Pelanggaran HAM berat, serta menuntut penegakan supremasi hukum.

Koordinator Lapangan Yohanes Boka Pega menyebut bahwa semangat utama reformasi adalah untuk mengkritik sistem politik yang otoriter, sistem yang korup dan dibarengi maraknya praktek kolusi dan nepotisme.

“Reformasi telah dibegal oleh Jokowi, semangat reformasi 1998 telah dinodai oleh perilaku KKN yang dilakukan oleh pemerintah Jokowi,” ujar Yano korlap aksi.

Mahasiswa mengindikasikan bahwa semangat reformasi telah memudar dalam pemerintahan Joko Widodo. 

“Pembatasan kebebasan sipil, pelanggaran HAM, dan berbagai kasus korupsi masih terjadi. Kondisi ini memberikan kemunduran yang bahkan mengarah pada totalitarianisme dan neo liberalisme gaya baru,” ucap korlap aksi.

Indeks demokrasi yang menurun serta pembatasan kebebasan berpendapat juga menjadi indikasi pemerintah Jokowi semakin jauh dari cita-cita reformasi 1998.

Selain itu mahasiswa juga menyuarakan mandegnya kasus hukum terhadap tragedi kanjuruhan. Kematian 135 korban tragedi kanjuruhan juga menjadi sorotan para mahasiswa karena menganggap negara lalai dalam hak-hak korban.

Setelah aksi yang berlangsung lebih dari 1 jam, akhirnya ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus akhirnya berhasil masuk ke dalam halaman gedung DPRD Kota Malang dan melanjutkan aksi dengan melakukan orasi bergantian.

Dalam aksi peringatan 26 tahun reformasi di Kota Malang, ratusan aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, dan juga anggota Dinas Perhubungan terlihat mengamankan jalannya aksi supaya damai dan tertib.

Tampak aparat kepolisian juga menyiapkan mobil water canon untuk mengantisipasi kericuhan yang diakibatkan amuk massa.