Waspada! Cuaca Ekstrem Bakal Landa Malang Raya, Ini Peringatan BMKG

Nov 14, 2025 - 12:20
 0
Waspada! Cuaca Ekstrem Bakal Landa Malang Raya, Ini Peringatan BMKG
Ilustrasi banjir di Kota Malang (Foto: ist)

SUARA3NEWS, MALANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan curah hujan di atas normal, disertai angin kencang dan petir di beberapa titik wilayah Malang Raya.

Menurut laporan Prakiraan Cuaca Harian dan Potensi Cuaca Ekstrem BMKG, peningkatan intensitas hujan akan terjadi mulai 13–19 November 2025, seiring dengan kondisi atmosfer yang semakin labil dan masuknya masa puncak musim hujan di Jawa Timur.

“Kondisi atmosfer di wilayah selatan Jawa Timur menunjukkan pembentukan awan hujan yang signifikan. Warga diminta waspada terhadap potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang,” ujar Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam siaran pers di laman resmi BMKG (13/11).

Data BMKG: Curah Hujan di Atas Normal di Sejumlah Kecamatan

Hasil pengamatan BMKG menunjukkan bahwa curah hujan di atas normal (116%–150% dari rata-rata) akan terjadi di beberapa wilayah berikut:

  • Kota Malang: Blimbing, Klojen, Lowokwaru, Kedungkandang, dan Sukun.
  • Kabupaten Malang: Poncokusumo, Tumpang, Dampit, Wonosari, Lawang, Kepanjen, Turen, hingga Donomulyo.
  • Kota Batu: Kecamatan Bumiaji dan Junrejo berpotensi mengalami hujan disertai petir pada beberapa hari mendatang.

BMKG juga mencatat suhu udara harian di Malang Raya berkisar 17–30°C dengan kelembapan mencapai 90–98%, kondisi yang mendukung terbentuknya awan comulnimbus—pemicu utama hujan lebat dan petir.

Risiko Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengingatkan bahwa wilayah Malang Raya, yang memiliki topografi perbukitan dan pegunungan, berisiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti:

  • Tanah longsor di daerah lereng (Poncokusumo, Tumpang, Wonosari, Bumiaji).
  • Banjir lokal dan genangan di kawasan perkotaan (Kota Malang dan Kepanjen).
  • Angin kencang di area terbuka dan dataran tinggi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengonfirmasi bahwa wilayah Kabupaten Malang memiliki lebih dari 20 titik rawan longsor aktif yang dapat terpicu oleh hujan ekstrem berkepanjangan.

Peringkat Risiko Cuaca Ekstrem Malang Raya

Berdasarkan pemetaan BMKG dan hasil analisis data prakiraan, berikut skor risiko cuaca ekstrem untuk wilayah Malang Raya:

WILAYAH KATEGORI CUACA Skor Risiko (1–5)
Blimbing (Kota Malang) Di atas normal / potensi hujan lebat 4
Klojen (Kota Malang)   Di atas normal / potensi hujan lebat 4
Lowokwaru (Kota Malang) Hujan sedang–ringan, kelembapan tinggi 3
Poncokusumo (Kab.Malang) Hujan ringan, risiko longsor di lereng 4
Dampit (Kab. Malang)     Curah hujan bulanan di atas normal 4
Tumpang (Kab. Malang) Hujan di atas normal / potensi longsor 4
Bumiaji (Kota Batu)   Hujan ringan hingga petir 3
Junrejo (Kota Batu)  Hujan sedang disertai petir 4

Sumber: BMKG (Prakiraan Cuaca Harian & Potensi Cuaca Ekstrem, 13–19 November 2025).

Dampak dan Antisipasi Masyarakat

BMKG bersama BPBD Jawa Timur mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan dari hujan ekstrem:

  • Periksa drainase dan saluran air rumah agar tidak tersumbat.
  • Hindari aktivitas di area lereng saat hujan deras.
  • Siapkan perlengkapan darurat seperti senter, jas hujan, dan peralatan evakuasi ringan.
  • Pantau informasi resmi BMKG melalui website bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.

Pengendara kendaraan bermotor diimbau berhati-hati pada jalan licin dan visibilitas rendah saat sore–malam hari.

“Kami juga terus memantau perkembangan awan hujan melalui sistem nowcasting BMKG untuk mendeteksi potensi cuaca ekstrem jangka pendek,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Karangploso, Rizky Ramadhan.

Kapan Puncak Hujan Akan Terjadi?

Menurut analisis Prospek Cuaca Mingguan BMKG, puncak hujan intens di Malang Raya diprediksi berlangsung antara 15–17 November 2025, dengan potensi hujan petir dan angin kencang di sore hingga malam hari.

Setelah itu, intensitas hujan diperkirakan menurun namun tetap berada pada kategori “sedang” hingga “lebat”. Kondisi ini masih berpotensi menimbulkan genangan atau longsor ringan di beberapa titik. (red)