Banjir Informasi di Medsos, JMSI Ingatkan: Tak Semua Berita Layak Dipercaya

Feb 10, 2026 - 05:22
 0
Banjir Informasi di Medsos, JMSI Ingatkan: Tak Semua Berita Layak Dipercaya
diskusi pengurus JMSI di sela rangkaian HPN 2026 di Serang, Banten. Di tengah banjir informasi media sosial, JMSI menegaskan pentingnya jurnalisme yang kredibel dan berpihak pada kepentingan publik.(Foto/Ist)

SUARA3NEWS - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur turut ambil bagian dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 JMSI yang bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, pada 7–9 Februari 2026. Kehadiran JMSI Jatim bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi menjadi bagian dari diskusi serius tentang masa depan media di tengah banjir informasi yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rangkaian kegiatan meliputi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Seminar Hak Asasi Manusia (HAM), hingga Malam Anugerah JMSI. Forum ini menjadi ruang refleksi bersama atas tantangan berat yang dihadapi industri pers: derasnya arus media sosial, keterbatasan pendanaan media, perubahan perilaku pembaca, hingga kehadiran kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara produksi dan konsumsi berita.

Ketua JMSI Jawa Timur Syaiful Anam hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya Jay Wijayanto dan Ali Gonzales, mengikuti rangkaian agenda nasional JMSI. Sejumlah pengurus lainnya, seperti Wahyu Kuncoro, Rahmat Mashudi Prayoga, dan Buang Supeno, turut menghadiri agenda HPN 2026.

Dalam diskusi nasional tersebut, disrupsi media menjadi isu utama yang disorot. Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menggambarkan kondisi pers saat ini dengan analogi yang tegas dan relevan bagi publik.

“Disrupsi media ini ibarat banjir besar. Airnya keruh, menghantam semua sendi kehidupan pers. Tapi di tengah banjir sebesar apa pun, manusia tetap akan mencari air yang bersih untuk bertahan hidup,” ujar Teguh Santosa, mengutip pandangan Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

Menurut Teguh, kondisi tersebut mencerminkan situasi informasi hari ini. Media sosial dipenuhi konten cepat, viral, tetapi minim verifikasi. Namun, ia meyakini publik tidak akan selamanya bertahan di tengah banjir informasi yang menyesatkan.

“Orang akan jenuh. Pada akhirnya, publik akan kembali mencari media yang bisa dipercaya, yang berani memverifikasi dan bertanggung jawab atas setiap informasi,” tegas Teguh.

Karena itu, JMSI mengajak media siber untuk tidak terjebak pada pola sekadar mengejar traffic atau tunduk sepenuhnya pada algoritma media sosial. Fokus utama media, menurut JMSI, adalah menjaga kualitas jurnalistik agar tetap relevan dan dibutuhkan masyarakat. Prinsip ini sejalan dengan slogan JMSI, “Bikin Terang Indonesia.”

Selain isu kualitas konten, JMSI juga membahas penguatan kemandirian media, termasuk melalui pengembangan usaha yang tidak bertentangan dengan etika pers. Salah satu gagasan yang terus didorong adalah pembentukan koperasi media. Program ini sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan pengurus JMSI dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta Selatan pada 21 Januari 2026. Sejumlah daerah telah mulai membentuk koperasi dan membutuhkan pendampingan agar selaras dengan program Koperasi Desa Merah Putih.

Di bidang hukum, JMSI menekankan pentingnya perlindungan hukum tidak hanya bagi wartawan, tetapi juga bagi pemilik dan pengelola media. Usulan tersebut, menurut Teguh Santosa, mendapat sambutan positif dari Dewan Pers dan menjadi langkah penting untuk menjaga ekosistem pers yang sehat.

Puncak peringatan HUT ke-6 JMSI dikemas dalam Malam Anugerah JMSI yang berlangsung meriah pada Minggu malam, 8 Februari 2026. Acara ini dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Wakil Menteri HAM Mugiyanto, serta dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah penerima JMSI Award.

Refleksi untuk Pembaca

Di tengah derasnya arus informasi hari ini, masyarakat berada di persimpangan: terus mengikuti informasi yang cepat tetapi belum tentu benar, atau memilih berita yang mungkin datang lebih lambat namun bisa dipertanggungjawabkan. Forum JMSI ini mengingatkan bahwa kualitas informasi bukan hanya tanggung jawab media, tetapi juga pilihan pembaca. Di era banjir informasi, memilih media yang terpercaya berarti ikut menjaga akal sehat ruang publik.(hz/*)

Helmy zulkarnain S.I.kom Wartawan / redaktur Suara3News Helmy Zulkarnain adalah wartawan Suara3News yang aktif menulis berita nasional, gaya hidup sosial budaya dan teknologi. Ia juga terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa publik Bidang liputan: Pemerintahan & Hukum, Nasional, Sosial Budaya wilayah liputan: Malang Raya, Nasional