PHK Mengintai 50 Ribu Pekerja, 5 Sektor Industri Mulai Goyang

May 5, 2026 - 22:54
 0
PHK Mengintai 50 Ribu Pekerja, 5 Sektor Industri Mulai Goyang
Ilustrasi para pekerja pabrik. Ancaman PHK kembali mencuat. KSPI memperingatkan 50 ribu pekerja berpotensi terdampak dalam tiga bulan ke depan, dengan lima sektor industri disebut paling rentan.(foto/pixabay)

SUARA3NEWS - Ancaman PHK kembali menghantui jutaan pekerja Indonesia. KSPI memperingatkan sedikitnya 50 ribu orang berpotensi terdampak dalam tiga bulan ke depan.

Sinyal itu disebut bukan sekadar perkiraan. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, laporan soal rencana pengurangan tenaga kerja sudah mulai masuk dari serikat pekerja di tingkat perusahaan.

“Ini laporan dari anggota KSPI sendiri, dari serikat pekerja di perusahaan-perusahaan,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5/2026).

Tekstil Jadi Sektor yang Paling Rawan

Menurut KSPI, sektor yang paling cepat merasakan tekanan saat ini adalah industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Mulai dari pabrik benang, kain, hingga polyester disebut berada dalam posisi rentan.

Industri ini sangat sensitif terhadap kondisi global karena bergantung pada ekspor dan bahan baku yang harganya mudah bergejolak.

“Terutama industri tekstil dan turunannya seperti benang, kain, sampai polyester,” ujarnya.

Jika tekanan terus berlanjut, sektor ini dinilai berpotensi menjadi gelombang awal PHK berikutnya.

Industri Plastik Ikut Terjepit

Bukan hanya tekstil. Industri plastik juga disebut mulai menghadapi tekanan serius.

Sebagian besar bahan baku plastik masih bergantung pada impor, seperti polimer dan produk petrokimia. Ketika dolar AS menguat dan rupiah melemah, biaya produksi ikut naik tajam.

“Kemudian industri plastik, karena harga bahan baku naik tajam, sehingga industri kesulitan,” kata Said.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Saat biaya produksi naik, harga jual ikut terdorong naik. Di sisi lain, daya beli masyarakat justru belum pulih penuh.

Akibatnya, banyak pelaku usaha berada di posisi sulit: biaya naik, penjualan belum tentu ikut naik.

Data Lama Belum Selesai, Ancaman Baru Datang Lagi

KSPI memproyeksikan sekitar 50 ribu buruh terancam PHK dalam tiga bulan mendatang sebagai dampak tekanan industri dan perubahan kebijakan tarif global.

Sebelumnya, sekitar 60 ribu tenaga kerja dilaporkan terkena PHK pada periode Januari hingga Februari 2025.

Sementara itu, data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 8.389 pekerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Angka tersebut menunjukkan tekanan di pasar tenaga kerja belum benar-benar reda.

Kabupaten Malang Perlu Ikut Waspada

Dampak perlambatan industri nasional juga bisa terasa di daerah dengan basis usaha besar, termasuk Kabupaten Malang.

Tercatat ada sekitar 18.089 unit usaha industri di wilayah ini. Jumlah itu terdiri dari 583 perusahaan formal skala menengah-besar dan 17.506 usaha kecil maupun rumah tangga.

Sektor yang dominan antara lain makanan dan minuman, pengolahan tembakau, serta furnitur.

Jika tekanan biaya produksi terus naik dan pasar global belum stabil, daerah dengan struktur industri padat tenaga kerja seperti Malang perlu ikut waspada.

Sebab ketika industri menahan ekspansi, efeknya bisa langsung terasa ke pekerja lokal.

Pemerintah Janji Cegah PHK Massal

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi lapangan kerja.

Dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), 1 Mei 2026, Prabowo mengatakan pemerintah akan bekerja keras agar tidak terjadi PHK massal.

“Pemerintah akan bekerja keras menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi para pekerja agar tidak terjadi PHK massal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja agar industri tetap bergerak dan pekerja tetap terlindungi.

Bukan Sekadar Angka

Bagi pekerja, ancaman PHK bukan cuma statistik di atas kertas. Di balik angka itu ada cicilan rumah, biaya sekolah anak, kebutuhan dapur, dan masa depan keluarga.

Karena itu, sinyal yang disampaikan KSPI layak dibaca serius. Jika tekanan industri tak segera mereda, gelombang PHK bisa datang lebih cepat dari perkiraan.(ra/hz)

Rahmah Keahlian: Ekonomi dan Bisnis ,news Update, gaya hidup : wisata dan fashion ,serta berita lokal dan nasional lokasi liputan : Kota Malang kota batu kota surabaya