44 Tahun KPJ Dirayakan di Bulungan, Anto Baret Sentil Pemimpin Gemar ‘Omong Kosong’

May 3, 2026 - 11:33
 0
44 Tahun KPJ Dirayakan di Bulungan, Anto Baret Sentil Pemimpin Gemar ‘Omong Kosong’
Perayaan HUT ke-44 Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) di Bulungan, Jakarta Selatan, berlangsung meriah. Dalam momen itu, Anto Baret tak hanya menghibur lewat lagu, tetapi juga melontarkan kritik tajam kepada pemimpin yang dinilai gemar memberi janji tanpa bukti nyata.(foto/Ist)

SUARA3NEWS - Perayaan ulang tahun ke-44 Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) di Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026), tak sekadar dipenuhi musik dan nostalgia. Di tengah suasana meriah, Presiden KPJ Indonesia Anto Baret melontarkan kritik tajam kepada para pemimpin yang dinilai gemar memberi janji tanpa bukti nyata.

Acara yang mengusung tema “Omong Kosong” itu menjadi ajang kumpul besar keluarga KPJ dari berbagai daerah di Indonesia. Musisi jalanan, aktivis seni, hingga para senior komunitas hadir meramaikan momentum yang sudah berjalan puluhan tahun tersebut.

Sebelum panggung utama digelar, panitia lebih dulu mengadakan malam perenungan di Sekretariat KPJ Jakarta pada Jumat (1/5/2026) malam. Kegiatan itu ditandai pemotongan tumpeng oleh Anto Baret sebagai bentuk syukur karena KPJ masih bertahan, solid, dan terus hidup hingga memasuki usia ke-44 tahun.

Rangkaian acara juga diisi ziarah ke makam sejumlah tokoh dan senior KPJ, di antaranya WS Rendra, Atok Klobot, dan Hendro Sujatmoko. Momen itu menjadi pengingat bahwa perjalanan KPJ dibangun dari semangat panjang, loyalitas, dan persaudaraan lintas generasi.

Saat acara puncak dimulai, suasana Bulungan langsung hidup ketika Anto Baret naik ke atas panggung.

“Ulang tahun nih yee,” sapa Anto disambut riuh penonton.

Ia lalu membawakan sejumlah lagu seperti Senandung Istri Bromocorah, Kupaksa Untuk Melangkah, Kabar Damai, hingga materi terbaru dari album Sketsa Jalanan.

Perayaan HUT KPJ ke-44 juga dihadiri perwakilan dari berbagai daerah, mulai Pandeglang, Bandung, Rangkasbitung, Surabaya, Serang, Bekasi, Mampang, Tangerang, Sumedang, hingga Makassar. Mereka ikut tampil, bernyanyi, dan merawat semangat yang sejak lama jadi identitas komunitas ini.

Ketua panitia HUT KPJ ke-44, Uluy, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan anggota KPJ yang hadir. Ia berharap momentum ulang tahun ini menjadi energi baru untuk memperkuat kebersamaan di tubuh KPJ.

Namun sorotan utama malam itu datang saat Anto Baret bicara soal makna tema Omong Kosong. Menurutnya, ucapan kosong masih bisa dimaklumi jika hanya sebatas candaan atau obrolan santai. Masalah menjadi serius ketika kebiasaan itu datang dari pemimpin.

“Kalau pemimpin omongannya sudah tidak bisa dipegang, harapan rakyat jelata untuk merasakan kemerdekaan yang sebenarnya itu sulit,” ujar Anto.

Ia juga menyinggung kebijakan yang dianggap tidak tepat sasaran dan terkesan dipaksakan. Menurutnya, banyak kebutuhan rakyat yang lebih mendesak dan seharusnya diprioritaskan, termasuk akses pendidikan yang layak dan terjangkau.

Anto menilai kebijakan yang tak sinkron bukan hanya berdampak pada penggunaan keuangan negara, tetapi juga menyentuh martabat bangsa.

“Bukan hanya soal reputasi pribadi pemimpin, tetapi martabat bangsa juga dipertaruhkan,” tegasnya.

Di usia ke-44 tahun, Anto berharap KPJ tetap berpijak pada nilai yang sejak lama dijaga: kepedulian, solidaritas, dan persaudaraan. Baginya, KPJ tak harus sibuk mengejar pengakuan formal, karena kekuatan terbesar komunitas ini justru ada pada rasa saling menjaga.

Ia juga menjadikan tema “Omong Kosong” sebagai pengingat internal agar anggota KPJ tidak terjerumus ke tindakan kriminal, tidak mudah terpecah, dan terus merawat persaudaraan yang tulus.

“KPJ harus semakin solid. Persaudaraan itu harus benar-benar menyentuh sampai ke relung hati,” pungkasnya.(hz/*)

Helmy zulkarnain S.I.kom Wartawan / redaktur Suara3News Helmy Zulkarnain adalah wartawan Suara3News yang aktif menulis berita nasional, gaya hidup sosial budaya dan teknologi. Ia juga terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa publik Bidang liputan: Pemerintahan & Hukum, Nasional, Sosial Budaya wilayah liputan: Malang Raya, Nasional