Event Gratis di Malang Kini Bukan Cuma Hiburan, dari CFD Ijen sampai Ruang Curhat Gen Z
SUARA3NEWS - Dalam beberapa hari terakhir, sudut-sudut Kota Malang terasa hidup sejak pagi. Bukan cuma karena akhir pekan, tapi karena event gratis di Malang mulai dipenuhi warga. Ada ruang curhat gratis buat anak muda dan disabilitas di Malang Creative Center (MCC), kampanye sosial di kawasan CFD Ijen, sampai agenda publik di pusat perbelanjaan yang ramai didatangi pengunjung.
Di tengah rutinitas yang makin padat, tugas kuliah, pekerjaan, sampai tekanan hidup yang sering dipendam sendiri, ruang-ruang seperti ini perlahan jadi tempat orang mencari jeda.
Ruang Curhat Gratis yang Mulai Dicari Anak Muda
Suasana hangat terasa di salah satu ruang workshop MCC saat Peluncuran Pojok Curhat Gen Z dan Disabilitas digelar. Kursi-kursi di dalam ruangan terisi cukup penuh. Sebagian peserta duduk sambil mendengar, beberapa lainnya sibuk mencatat isi diskusi.
Program ini dibuka sebagai ruang berbagi cerita sekaligus pendampingan psikologis gratis bagi anak muda dan penyandang disabilitas di Malang.
Bu Sofi dari Yayasan MAHAR mengatakan persoalan kesehatan mental di kalangan generasi muda tak bisa lagi dianggap sepele.
“Saya melihat banyak kasus bunuh diri yang terjadi di daerah Malang, dan sebagian besar pelakunya berasal dari generasi Z, khususnya mahasiswa,” ujarnya.
Isu kesehatan mental memang belakangan makin sering jadi pembahasan di Kota Pendidikan ini.
Mas Arman selaku penanggung jawab MCC juga menilai masih banyak orang menganggap depresi atau gangguan mental sebagai masalah biasa.
“Padahal ini penyakit serius yang memang harus ditangani dengan tepat,” katanya.
Lewat semangat Let’s Talk, We Listen, We Don’t Judge, ruang curhat ini diharapkan bisa menjadi tempat aman bagi mereka yang selama ini bingung harus cerita ke siapa.
CFD Ijen Kini Jadi Ruang Temu Warga
Dari ruang workshop MCC, suasana kota berpindah ke kawasan Jalan Besar Ijen pada Minggu pagi.
Sejak pukul enam, kawasan CFD mulai dipenuhi warga. Anak-anak berlarian di jalur utama, komunitas sepeda hilir-mudik, sementara pedagang jajanan terlihat sibuk melayani pembeli.
Belakangan, CFD Ijen juga mulai sering dimanfaatkan sebagai ruang kampanye sosial dan edukasi publik. Salah satunya lewat kampanye bertema perlawanan terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dikemas bersamaan dengan promosi film bertema serupa.
Di tengah lalu-lalang ribuan pengunjung, kampanye seperti ini dinilai cukup efektif karena pesannya bisa langsung menjangkau banyak orang dari berbagai usia.
Pemerintah Kota Malang sejauh ini masih menjalankan CFD Ijen rutin setiap Minggu pagi. Meski begitu, pelaksanaannya bisa bersifat kondisional saat ada agenda besar tertentu atau hari keagamaan nasional.
Tak ada tiket masuk, tak ada sekat sosial. Warga datang dari berbagai kalangan dan bercampur di ruang yang sama.
BACA JUGA :
Event Gratis dan Agenda Kreatif di Malang
Ketika Ruang Publik Jadi Tempat Orang Bertemu
Di sudut lain kota, suasana serupa juga terlihat dalam sejumlah agenda publik yang digelar terbuka di pusat perbelanjaan maupun ruang komunitas.
Pengunjung datang silih berganti sejak siang. Ada yang sekadar melihat-lihat, ada juga yang memilih berhenti lebih lama untuk bertanya atau berdiskusi.
Buat sebagian warga, acara seperti ini mungkin terlihat sederhana. Tapi di tengah kota yang makin padat dan serba cepat, ruang temu gratis perlahan mulai dicari banyak orang.
Malang Mulai Punya Banyak Ruang untuk Bernapas
Rangkaian event gratis di Malang belakangan ini memperlihatkan satu hal sederhana: warga sebenarnya tidak selalu mencari hiburan mahal.
Kadang orang cuma butuh tempat buat datang, ngobrol, jalan santai, atau merasa dirinya tidak sendirian.
Di tengah tekanan ekonomi, tugas kuliah, tuntutan pekerjaan, sampai persoalan pribadi yang sering dipendam sendiri, ruang-ruang publik seperti ini perlahan jadi titik kumpul baru warga kota.
Malang mungkin masih kota yang sibuk dan padat. Tapi belakangan, kota ini mulai terasa punya lebih banyak ruang buat warganya bernapas.(rh/hz)

