4 Dapur Gizi Baru Dibuka di Kota Malang, Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas

May 7, 2026 - 18:31
 0
4 Dapur Gizi Baru Dibuka di Kota Malang, Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas
peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di Kota Malang Kamis (7/5/2026). Empat titik layanan baru nantinya diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis.(foto/pemkotmalang))

SUARA3NEWS - Kota Malang menambah empat dapur layanan gizi baru untuk memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sasaran utamanya jelas: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan asupan nutrisi memadai.

Empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu diresmikan langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat pada Kamis (7/5/2026). Lokasinya tersebar di kawasan padat penduduk, yakni Kedungkandang Buring 2, Kedungkandang Buring 3, Lowokwaru Tlogomas 2, serta Sukun Bandungrejosari 3.

Penambahan titik layanan ini dilakukan agar akses bantuan gizi makin dekat dengan warga. Pemkot Malang menilai kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita perlu dijangkau lebih cepat, tanpa harus terkendala jarak layanan.

“Alhamdulillah, Kota Malang termasuk daerah yang minim permasalahan terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis. Ini menjadi satu keberhasilan kita dalam melaksanakan program Bapak Presiden terkait makan bergizi gratis,” ujar Wahyu Hidayat.

Menurut dia, keberadaan SPPG bukan sekadar bangunan baru atau dapur distribusi makanan. Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat layanan yang memastikan program gizi benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan.

Untuk menjaga kualitas pelaksanaan, Pemkot Malang juga membentuk satuan tugas (satgas) yang diketuai Sekretaris Daerah Kota Malang. Tim ini bertugas memantau operasional di lapangan sekaligus menerima laporan rutin dari setiap titik layanan.

Pengawasan juga dilakukan ke sekolah-sekolah penerima manfaat melalui inspeksi mendadak secara acak. Langkah itu ditempuh agar kualitas makanan, distribusi, dan standar pelayanan tetap terjaga.

“Kami selalu mengingatkan terkait SOP, termasuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang terjadi di daerah lain agar tidak terjadi di Kota Malang,” tegas Wahyu.

“Kalau tidak sidak nanti mereka menyiapkan. Jadi kita lakukan acak, termasuk meminta laporan dari sekolah-sekolah terkait kondisi pelaksanaan MBG,” lanjutnya.

Program MBG menjadi salah satu agenda prioritas nasional untuk menekan persoalan gizi dan mendukung tumbuh kembang anak. Di tingkat daerah, keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan konsistensi pengawasan.

Dengan tambahan empat SPPG baru, Pemkot Malang berharap tak ada lagi ibu hamil yang kekurangan asupan dan balita yang tumbuh tanpa nutrisi cukup. Tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat program benar-benar terasa di rumah warga, bukan sekadar tercatat sebagai capaian di atas kertas.(rh/hz)

Rahmat Hidayatullah Bidang: News,Teknologi, Olahraga, Gaya Hidup, Kuliner, Hiburan Lokasi Liputan : Kota Surabaya, Kabupaten Malang