Ekonomi Tak Menentu, UMKM Harus Ubah Cara Main: Tanpa Strategi Ini, Siap Tertinggal

Apr 27, 2026 - 23:03
 0
Ekonomi Tak Menentu, UMKM Harus Ubah Cara Main: Tanpa Strategi Ini, Siap Tertinggal
Banyak UMKM sudah online, tapi belum tentu berkembang. Di tengah ekonomi yang makin tak pasti, bukan sekadar hadir di digital cara mainnya yang harus berubah.(foto/Ist)

SUARA3NEWS - Banyak UMKM sudah masuk dunia online. Tapi kenyataannya, tidak sedikit yang tetap jalan di tempat. Di tengah persaingan yang makin padat, ada satu hal yang diam-diam jadi pembeda dan tidak semua pelaku usaha sudah menyadarinya.

Di tengah tekanan ekonomi global yang terus berubah, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengingatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak sekadar ikut tren digital.

Menurutnya, yang dibutuhkan sekarang bukan hanya “ikut online”, tapi mengubah cara bermain. Kuncinya ada pada perpaduan kreativitas dan teknologi atau yang ia sebut sebagai creative-tech fusion.

Pesan ini disampaikan dalam Entrepreneurs Leadership Conference 2026 di Universitas Gadjah Mada, Jumat (24/4/2026).

“Situasi sekarang penuh ketidakpastian. UMKM harus adaptif,” ujar Nezar.

Sudah Online, Tapi Kok Belum Jalan?

Ini yang sering terjadi di lapangan.

Banyak UMKM:

  • Sudah buka toko di marketplace, tapi sepi pembeli

  • Aktif posting di media sosial, tapi tidak berujung transaksi

  • Punya produk bagus, tapi sulit dikenal

Masalahnya bukan di produknya.
Sering kali, yang kurang adalah cara menyampaikannya.

Masalahnya, ini yang sering kejadian sudah online, tapi hasilnya gitu-gitu saja.

Di sinilah peran strategi digital jadi penentu.

Menurut Nezar, pelaku usaha perlu mulai fokus ke hal-hal yang lebih dalam, seperti:

  • Cara bercerita lewat konten (bukan sekadar jualan)

  • Membangun identitas brand yang konsisten

  • Memahami siapa audiensnya dan bagaimana menjangkaunya

  • Mengoptimalkan platform digital, bukan sekadar hadir

Contohnya sudah banyak. Ada UMKM kuliner yang tiba-tiba ramai karena video sederhana tapi relate di TikTok. Ada juga brand lokal yang pelan-pelan naik karena visualnya konsisten dan punya ciri khas.

Artinya sederhana: yang menang bukan yang paling cepat masuk digital, tapi yang paling paham cara memanfaatkannya.

Data Bicara: Peluang Besar, Tapi Belum Semua Siap

Faktanya, masih ada jarak cukup lebar antara peluang dan kesiapan:

  • Total UMKM di Indonesia: sekitar 64 juta unit

  • Baru sekitar 40% yang masuk ekosistem digital

  • Padahal, penetrasi internet sudah mencapai 80% populasi (sekitar 231 juta orang)

Angkanya besar. Pasarnya jelas ada.

Tapi tanpa strategi yang tepat, peluang itu ya lewat begitu saja.

Karena itu, pemerintah mendorong konsep meaningful connectivity bukan sekadar tersambung internet, tapi benar-benar bisa dimanfaatkan untuk tumbuh.

“Tantangannya sekarang bukan lagi akses, tapi bagaimana mengelola digital itu sendiri,” jelas Nezar.

UMKM Go Digital: Bukan Sekadar Program, Tapi Bekal Bertahan

Sebagai langkah konkret, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia terus memperkuat program UMKM Go Digital.

Lewat program ini, pelaku usaha bisa belajar:

  • Strategi pemasaran digital yang lebih efektif

  • Cara membangun branding yang kuat

  • Pemanfaatan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI)

Targetnya jelas: mendorong 60% UMKM yang belum masuk ekosistem digital agar bisa segera beradaptasi.

Pilihannya Makin Jelas

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, bertahan saja sekarang terasa kurang.

Persaingan makin ramai. Cara jualan juga berubah cepat.

Pada akhirnya, pilihannya jadi sederhana:

Tetap jalan dengan cara lama
atau mulai beradaptasi dan naik kelas.

Karena di situasi seperti sekarang, yang lambat berubah biasanya bukan kalah pelan-pelan tapi langsung tertinggal.(ra/*)

Rahmah Keahlian: Ekonomi dan Bisnis ,news Update, gaya hidup : wisata dan fashion ,serta berita lokal dan nasional lokasi liputan : Kota Malang kota batu kota surabaya