Curanmor Incar Kawasan Kos Mahasiswa di Malang, Polisi Soroti Motor Tanpa Pengaman Tambahan

May 13, 2026 - 07:49
 0
Curanmor Incar Kawasan Kos Mahasiswa di Malang, Polisi Soroti Motor Tanpa Pengaman Tambahan
Ilustrasi parkiran Motor mahasiswa jadi sasaran curanmor di kawasan kos Malang. Polisi menyoroti kendaraan tanpa pengaman tambahan, parkiran minim pengawasan, dan lemahnya kewaspadaan lingkungan. Sejumlah area padat mahasiswa disebut perlu perhatian ekstra agar aksi pencurian tak terus berulang.(foto ed/unsplash)

SUARA3NEWS - Kawasan kos mahasiswa di Kota Malang kembali jadi perhatian setelah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih berulang di sejumlah titik. Lingkungan hunian yang padat, akses keluar masuk terbuka, serta parkiran minim pengawasan dinilai membuat area kos rawan dimanfaatkan pelaku.

Bagi mahasiswa rantau, motor bukan sekadar kendaraan. Itu alat utama untuk berangkat kuliah, kerja sambilan, belanja kebutuhan harian, sampai pulang malam. Saat motor hilang, yang terganggu bukan cuma mobilitas, tapi juga ritme hidup dan biaya sehari-hari.

Sebagai kota pendidikan, Malang dihuni ribuan mahasiswa dari berbagai daerah. Kawasan kos tumbuh rapat di sekitar kampus, terutama di Lowokwaru, Dinoyo, Tlogomas, Soekarno-Hatta, hingga sekitar Jalan Veteran. Ramainya aktivitas di wilayah-wilayah ini di satu sisi menghidupkan kota, tapi di sisi lain juga menyisakan celah keamanan.

Polisi Soroti Kendaraan Minim Pengamanan

Dalam pengungkapan kasus sebelumnya, Polresta Malang Kota menyebut pelaku curanmor umumnya memburu kendaraan yang dianggap mudah diambil, terutama motor yang tidak dilengkapi pengaman tambahan. Dalam sejumlah kasus, pelaku bekerja dengan membagi peran, ada yang memantau situasi dan ada yang mengeksekusi kendaraan target.

Pengungkapan kasus curanmor di wilayah Kota Malang juga beberapa kali terbantu dari rekaman CCTV warga. Karena itu, kepolisian terus mengingatkan pentingnya kamera pengawas dan kewaspadaan lingkungan sekitar.

Di wilayah Kabupaten Malang, Polres Malang sebelumnya mengungkap 26 kasus curanmor dalam periode 1 Februari hingga 10 Maret 2026. Polisi menyebut pelaku memakai beragam modus, termasuk menyasar parkiran rumah dan kawasan kos saat malam hari.

Kawasan Kos Punya Celah yang Sering Dianggap Sepele

Lingkungan kos punya pola yang hampir sama. Penghuni datang dan pergi bergantian, tamu silih berganti, kurir keluar masuk, kendaraan parkir terus berubah. Dalam kondisi seperti itu, orang asing sering kali tidak mudah dikenali.

Situasi ini kerap dimanfaatkan pelaku untuk membaca keadaan. Mereka bisa masuk seolah tamu, kurir, atau mencari penghuni kos, lalu memantau titik parkir dan jalur keluar.

Masih banyak pula rumah kos yang area parkirnya sempit, pencahayaan kurang, dan belum dipasangi CCTV. Hal-hal kecil seperti ini sering dianggap biasa, padahal justru membuka peluang.

        BACA JUGA : Motor Mahasiswi Magang Raib di Kos Saat ditinggal Tidur

Dini Hari Kerap Jadi Jam Rawan

Pelaku curanmor umumnya tidak bergerak sembarangan. Mereka lebih dulu melihat jam sepi, memeriksa kondisi sekitar, dan memilih saat lingkungan mulai lengang.

Dalam sejumlah kasus, dini hari kerap menjadi waktu rawan karena mayoritas penghuni sedang tidur dan aktivitas sekitar menurun drastis. Motor yang diparkir tanpa kunci ganda atau diletakkan di titik gelap cenderung lebih berisiko.

Keamanan Lingkungan Perlu Dijaga Bersama

Kasus curanmor di kawasan kos menunjukkan keamanan tidak bisa dibebankan ke satu pihak saja. Mahasiswa perlu disiplin mengamankan kendaraan, pemilik kos sebaiknya menambah lampu dan kamera pengawas, sementara warga sekitar perlu peka jika melihat gerak-gerik mencurigakan.

Di kota yang hidup dari denyut mahasiswa seperti Malang, rasa aman di tempat tinggal semestinya jadi kebutuhan dasar. Sebab ketika satu motor hilang, yang ikut terganggu sering kali bukan cuma perjalanan, tapi juga jalannya kuliah seseorang.(ra/hz)

Rahmah Keahlian: Ekonomi dan Bisnis ,news Update, gaya hidup : wisata dan fashion ,serta berita lokal dan nasional lokasi liputan : Kota Malang kota batu kota surabaya