Taman Spiral Klojen yang Lama Sepi Mendadak Ramai, Disulap Jadi Ruang Seni Digital

May 12, 2026 - 00:48
 0
Taman Spiral Klojen yang Lama Sepi Mendadak Ramai, Disulap Jadi Ruang Seni Digital
Suasana Taman Spiral di kawasan Klojen, Kota Malang, berubah ramai saat gelaran Road to Malang Menyala pada Sabtu malam (9/5/2026). Instalasi projection mapping dan musik ambien menghadirkan wajah baru ruang publik yang selama ini jarang dilirik warga.(foto ss/ICCN)

SUARA3NEWS - Taman Spiral di kawasan Klojen, Kota Malang, yang selama ini lebih sering jadi tempat orang lewat tanpa banyak dilirik, mendadak ramai pada Sabtu malam (9/5/2026). Ruang publik yang biasanya tenang itu berubah suasana lewat instalasi bertajuk Road to Malang Menyala.

Sorotan visual projection mapping dipadukan dengan musik ambien membuat area taman terlihat berbeda dari biasanya. Sejumlah warga, pegiat komunitas, hingga tamu undangan tampak berkumpul menyaksikan bagaimana ruang yang selama ini dianggap pasif bisa dihidupkan kembali lewat sentuhan kreativitas.

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari komunitas kreatif, pegiat budaya, teknologi, media, hingga jejaring kota kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.

Hadir dalam acara itu Camat Klojen Willstar Sinaga, perwakilan Pemerintah Kota Malang, jajaran focal point Kota Malang, Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Vicky Arief, serta sejumlah pegiat ekonomi kreatif. Anggota DPRD Kota Malang Arif Wahyudi juga terlihat memantau langsung jalannya kegiatan.

Camat Klojen Willstar Sinaga yang hadir mewakili Wali Kota Malang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, ruang-ruang kota yang selama ini kurang termanfaatkan bisa dibuka kembali melalui kegiatan positif yang melibatkan masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi dari Bapak Wali Kota Malang atas terselenggaranya kegiatan yang mampu mengaktifkan ruang-ruang pasif di Kota Malang. Ke depan, beliau juga membuka peluang aktivasi di ruang publik yang lebih besar dan kami siap mendampingi,” ujarnya.

Inisiator kegiatan dari Malang Creative Fusion (MCF), Dadik Wahyu Chang, mengatakan acara itu menjadi langkah awal untuk melihat kembali banyak sudut kota yang sebenarnya punya potensi dimanfaatkan sebagai ruang kreatif warga.

“Hari ini kita belajar bahwa kota punya banyak ruang yang sebenarnya bisa dihidupkan. Taman kota, sudut jalan, ruang publik, semuanya punya potensi menjadi ruang interaksi kreatif masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Vicky Arief dari ICCN menilai gerakan seperti ini penting karena kreativitas bisa hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya di ruang tertutup atau gedung pertunjukan.

Menurutnya, Kota Malang memiliki modal komunitas yang kuat untuk berkembang sebagai kota kreatif berbasis media arts.

Meski mendapat sambutan positif, tantangan berikutnya adalah menjaga agar aktivasi ruang publik seperti ini tidak berhenti sebagai acara sesaat. Warga tentu menunggu apakah taman-taman lain di Kota Malang juga akan mendapat sentuhan serupa dan benar-benar hidup sebagai ruang bersama setiap hari.(rh/hz)

Rahmat Hidayatullah Bidang: News,Teknologi, Olahraga, Gaya Hidup, Kuliner, Hiburan Lokasi Liputan : Kota Surabaya, Kabupaten Malang