Kayutangan Heritage Malang Makin Ramai, Tapi Pengalaman Wisatanya Belum Sesuai Ekspektasi Pengunjung
SUARA3NEWS - Suasana Kayutangan Heritage kembali hidup selama masa libur sekolah. Sejak sore hingga malam, trotoar dipenuhi warga dan wisatawan yang berjalan santai, berburu kuliner, hingga berhenti sejenak untuk mengabadikan suasana kawasan cagar budaya di jantung Kota Malang itu.
Keramaian memang kembali terasa. Namun di balik ramainya pengunjung, masih ada sejumlah persoalan yang berulang kali disoroti. Kebersihan, keamanan, fasilitas penyeberangan hingga kenyamanan pejalan kaki menjadi catatan yang muncul dari beberapa pengunjung maupun pelaku usaha yang ditemui di lokasi.
Sevilla, warga asli Kota Malang, mengaku Kayutangan Heritage masih menjadi pilihan ketika ingin menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.
"Kalau bingung mau jalan ke mana biasanya memang ke Kayutangan. Kulinernya banyak, terus trotoarnya juga nyaman buat jalan-jalan dibanding tempat lain," ujarnya.
Meski begitu, ia menilai persoalan kebersihan masih perlu mendapat perhatian lebih. Menurutnya, sampah bekas makanan masih kerap terlihat setelah kawasan mulai dipadati wisatawan.
"Masih ada pengunjung yang habis makan terus sampahnya dibuang sembarangan. Menurut saya pengunjung juga perlu terus diedukasi supaya lebih peduli menjaga kebersihan," katanya.
Selain itu, Sevilla berharap pengamanan di kawasan wisata diperkuat. Dengan jumlah wisatawan yang terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, keberadaan petugas dinilai penting untuk memberi rasa aman bagi pengunjung.
Ia juga mengusulkan agar konsep kawasan ramah pejalan kaki terus dikembangkan. Salah satunya dengan mempertimbangkan pembatasan kendaraan pada jam-jam tertentu ketika jumlah wisatawan sedang membludak.
"Kalau akhir pekan mungkin bisa ada waktu khusus untuk pejalan kaki, jadi orang yang jalan-jalan juga lebih nyaman," ucapnya.
Pandangan serupa datang dari Kanisa, salah seorang pekerja di kawasan Kayutangan Heritage. Ia mengatakan jumlah pengunjung mulai meningkat selama libur sekolah setelah beberapa waktu sebelumnya aktivitas wisata cenderung menurun.
"Kalau sekarang memang lebih ramai dibanding bulan-bulan sebelumnya. Biasanya paling ramai Sabtu, Minggu sama hari libur," katanya.
Meski keramaian mulai kembali, menurutnya belum semua pelaku usaha merasakan dampak yang sama. Ia menyebut kebersihan kawasan masih menjadi pekerjaan rumah, sementara keterbatasan lahan parkir dan dominasi restoran dengan harga relatif tinggi membuat sebagian pengunjung hanya datang untuk berjalan-jalan tanpa banyak berbelanja.
"Kalau menurut saya bisa ditambah area kuliner yang lebih terjangkau dan tertata. Jadi orang punya lebih banyak pilihan, bukan cuma lihat-lihat saja," ujarnya.
Sementara itu, Nabila Putri Reski Ramadan, mahasiswi asal Lamongan yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang, menilai Kayutangan Heritage tetap menjadi salah satu tempat favorit untuk berkumpul bersama teman.
Menurutnya, suasana kawasan sudah cukup menyenangkan, tetapi penataan beberapa fasilitas masih dapat ditingkatkan.
"Kalau menurut saya sebenarnya sudah ramai dan menyenangkan. Tapi kebersihan sama penataan beberapa titik masih bisa diperbaiki," katanya.
Ia juga menyoroti terbatasnya titik penyeberangan. Menurutnya, tambahan fasilitas penyeberangan akan memudahkan pejalan kaki sekaligus meningkatkan keselamatan, terutama bagi anak-anak maupun remaja yang belum terbiasa menyeberang di jalan dengan arus kendaraan yang padat.
Selain itu, pencahayaan di beberapa sudut kawasan dinilai masih kurang maksimal.
"Ada beberapa titik yang lampunya masih redup. Kalau penerangannya lebih baik tentu pengunjung juga akan merasa lebih aman," ujarnya.
Ramainya Kayutangan Heritage selama libur sekolah menunjukkan kawasan ini masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kota Malang. Namun, berbagai masukan dari pengunjung maupun pelaku usaha memperlihatkan bahwa daya tarik sebuah kawasan wisata tidak hanya ditentukan oleh banyaknya orang yang datang. Kebersihan yang terjaga, rasa aman, fasilitas pejalan kaki yang memadai, serta penataan ruang publik yang nyaman akan menjadi faktor penting agar wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi ingin kembali berkunjung.(ra/hz)

