Makin Ramai Setelah Renovasi, Alun-Alun Malang Masih Menyisakan Sejumlah Catatan

Jun 23, 2026 - 17:12
 0
Makin Ramai Setelah Renovasi, Alun-Alun Malang Masih Menyisakan Sejumlah Catatan
Ramai sejak sore hingga malam, Alun-Alun Malang tetap menjadi ruang publik favorit warga dan wisatawan. Namun di balik wajah barunya pascarenovasi, masih ada sejumlah catatan yang mencuri perhatian, mulai dari air mancur yang jarang beroperasi, pedagang yang masih masuk ke area taman, hingga pertanyaan soal ikon khas yang benar-benar merepresentasikan jantung Kota Malang.(foto/suara3news)

SUARA3NEWS – Menjelang sore hingga malam hari, suasana Alun-Alun Merdeka Kota Malang terlihat hidup. Anak-anak berlarian di area bermain, keluarga duduk santai di bawah rindangnya pepohonan, sementara wisatawan dari berbagai daerah silih berganti datang menikmati ruang terbuka yang berada di jantung kota tersebut.

Hasil observasi tim liputan pada Juni 2026 sejak pukul 15.46 WIB hingga 21.01 WIB menunjukkan kawasan alun-alun memang tetap menjadi salah satu tujuan favorit warga untuk menghabiskan waktu. Namun di balik wajah baru yang lebih rapi dan nyaman pascarenovasi, masih ada sejumlah catatan yang muncul dari pengamatan lapangan maupun suara pengunjung.

Mulai dari air mancur baru yang belum beroperasi optimal, pedagang yang masih kerap masuk ke area taman saat pengawasan longgar, hingga pertanyaan mengenai identitas khas yang benar-benar bisa menjadi daya tarik Alun-Alun Malang.

Pengunjung Ramai, Terutama Saat Sore hingga Malam

Keramaian mulai terlihat sejak sore hari dan terus meningkat hingga malam. Area playground menjadi salah satu titik yang paling banyak dipadati keluarga yang membawa anak-anak.

Arifin, petugas taman yang telah bertugas di kawasan Alun-Alun Malang selama dua tahun terakhir, mengatakan jumlah pengunjung meningkat cukup signifikan setelah renovasi dilakukan.

"Kalau malam minggu ramai sekali. Banyak juga yang datang dari luar kota. Kadang ada lima sampai enam bus wisata yang datang ke sini," ujarnya saat ditemui tim liputan.

Menurutnya, playground dan air mancur menjadi fasilitas yang paling sering menarik perhatian pengunjung. Selain itu, penambahan lampu di berbagai sudut kawasan juga membuat suasana terasa lebih aman dan nyaman dibanding sebelumnya.

"Kalau dulu tengah alun-alun cenderung gelap. Sekarang lebih terang, jadi orang yang duduk santai atau jalan-jalan juga lebih nyaman," katanya.

Air Mancur Baru Belum Dinikmati Maksimal

Di tengah ramainya pengunjung, perhatian justru tertuju pada dry fountain atau air mancur lantai yang menjadi salah satu fasilitas baru hasil renovasi.

Saat tim liputan berada di lokasi, air mancur tersebut tidak beroperasi. Area di sekitarnya tetap menjadi tempat berkumpul pengunjung, namun atraksi yang diharapkan menjadi daya tarik baru belum terlihat.

Arifin menjelaskan fasilitas tersebut memang sedang dalam proses perbaikan.

"Masih perbaikan. Mudah-mudahan sekitar seminggu lagi sudah bisa menyala kembali," ujarnya.

Meski demikian, beberapa pengunjung mengaku kondisi tersebut bukan hal baru. Mereka menilai air mancur yang diresmikan setelah renovasi itu tidak terlalu sering terlihat beroperasi.

Salah satunya disampaikan Febri, warga Kota Malang yang cukup sering datang ke alun-alun bersama keluarganya.

Menurutnya, renovasi memang membuat kawasan lebih tertata dan bersih. Namun keberadaan air mancur belum benar-benar terasa sebagai daya tarik utama.

Pedagang dan Satpol PP Masih Kucing-Kucingan

Catatan lain yang terlihat di lapangan adalah masih adanya pedagang asongan maupun pedagang kaki lima yang masuk ke area dalam alun-alun saat malam hari.

Berdasarkan pantauan tim liputan, kawasan taman relatif steril ketika petugas Satpol PP berpatroli. Namun saat keramaian meningkat dan pengawasan tidak terlihat di beberapa titik, sejumlah pedagang kembali masuk menawarkan dagangan kepada pengunjung.

Arifin membenarkan bahwa aktivitas berjualan di dalam area alun-alun sebenarnya tidak diperbolehkan.

"Sebenarnya tidak boleh. Ada Satpol PP yang memang tugasnya menertibkan pedagang supaya kawasan tetap bersih dan nyaman," katanya.

Keberadaan pedagang memang menjadi dilema tersendiri. Di satu sisi, mereka mencari penghasilan dari ramainya pengunjung. Namun di sisi lain, pengelola berupaya menjaga fungsi alun-alun sebagai ruang publik yang tertib dan nyaman.

Sudah Lebih Cantik, Tapi Mana Ikon Khas Alun-Alun Malang?

Di antara berbagai perubahan yang ada, muncul pula pandangan dari pengunjung mengenai identitas Alun-Alun Malang itu sendiri.

Febri menilai renovasi memang membawa sejumlah perbaikan. Kebersihan lebih terjaga, area bermain anak tetap menjadi favorit, dan fasilitas penunjang bertambah. Namun ia merasa belum ada satu elemen yang benar-benar menjadi ciri khas atau ikon yang membuat orang datang ke Alun-Alun Malang dengan tujuan khusus.

"Kalau menurut saya masih belum ada sesuatu yang benar-benar khas. Orang datang ke sini lebih untuk duduk-duduk atau jalan-jalan saja. Belum ada yang langsung teringat kalau itu ikon Alun-Alun Malang," ujarnya.

Pandangan tersebut mungkin tidak mewakili semua pengunjung. Namun pendapat itu menunjukkan bahwa renovasi fisik belum tentu langsung membentuk identitas sebuah ruang publik.

Meski begitu, satu hal yang tidak berubah adalah posisi Alun-Alun Malang sebagai ruang bersama warga. Saat matahari mulai turun dan lampu-lampu taman menyala, kawasan ini tetap menjadi tempat berkumpul, bermain, bercengkerama, atau sekadar melepas penat setelah menjalani aktivitas seharian.

Renovasi telah membuat wajah alun-alun terlihat lebih segar dan nyaman. Namun dari hasil pengamatan lapangan, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dijawab agar ruang publik kebanggaan Kota Malang ini tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga memiliki karakter yang semakin kuat dan berkesan bagi siapa pun yang datang.(ra/hz)

Rahmah Keahlian: Ekonomi dan Bisnis ,news Update, gaya hidup : wisata dan fashion ,serta berita lokal dan nasional lokasi liputan : Kota Malang kota batu kota surabaya