Baru Rilis, Langsung Tampar Flagship: Infinix Note 60 Ultra Cuma Hype atau Beneran Ngeri?
SUARA3NEWS - Di harga Rp11 jutaan, banyak orang ada di posisi serba tanggung—mau flagship tapi fiturnya belum penuh, mau mid-range tapi harganya sudah tinggi. Ujungnya sama: terasa nanggung. Tapi sejak Infinix Note 60 Ultra muncul, pola itu mulai retak. Spesifikasi kelas atas yang biasanya ada di HP Rp20 jutaan tiba-tiba turun kelas. Pertanyaannya sekarang bukan lagi “bagus atau tidak”, tapi: ini beneran worth it, atau cuma gimmick angka di atas kertas?
Pasar HP Rp10–11 jutaan selama ini dikuasai pendekatan aman. Nama besar seperti Samsung dan Xiaomi tetap jadi pilihan banyak orang—stabil, familiar, tapi jarang benar-benar bikin kaget.
Lalu datang Infinix Note 60 Ultra. Bukan sekadar ikut meramaikan, tapi langsung bikin persaingan goyang. Bukan karena murah semata, tapi karena fitur yang dibawa terasa “kelewat jauh” untuk harga segini.
Di titik ini, mulai terasa: ini bukan sekadar alternatif—ini mulai jadi ancaman.
Desain: Bukan Main Aman, Tapi Sengaja Beda
Kalau dibandingkan dengan Samsung Galaxy S25 FE atau Xiaomi 15T Pro yang tampil minimalis dan aman, Infinix justru ambil jalur sebaliknya.
Kolaborasi dengan Pininfarina bikin tampilannya terasa seperti mobil sport—garis tegas, agresif, dan langsung mencuri perhatian. Dipadukan dengan Corning Gorilla Glass Victus di modul kamera, hasil akhirnya terasa lebih solid dan premium.
Di tangan, ini bukan sekadar HP yang “cukup bagus”.
Ini HP yang jelas ingin tampil beda.
Spesifikasi: Bukan Sekadar Kuat, Tapi Kelebihan Tenaga
Begitu masuk ke spesifikasi, baru terasa kenapa perangkat ini ramai dibahas sebagai “flagship killer 2026”.
-
Layar super terang (4.500 nits)
Saat kompetitor masih di 2.000–2.500 nits, ini sudah satu level di atas. Dipakai siang bolong? Masih jelas tanpa drama. -
Performa tanpa banyak kompromi
Ditenagai MediaTek Dimensity 8400 Ultimate dengan RAM hingga 24GB, buka banyak aplikasi terasa ringan. Pindah-pindah aplikasi? Nyaris tanpa jeda. -
Kamera yang tidak dipangkas
Sensor Samsung ISOCELL HP3 jadi andalan. Ditambah zoom sampai 100x, sesuatu yang biasanya justru dihilangkan di harga segini.
Di atas kertas memang terlihat “kebanyakan”.
Tapi saat dipakai, justru terasa: ini HP yang siap kerja keras, bukan sekadar pajangan angka.
Pembeda yang Bikin Jarak Makin Jauh
Di sinilah mulai kelihatan bedanya.
-
Baterai 7.000 mAh → bukan cuma besar, tapi beda level
-
Komunikasi satelit dua arah → bukan fitur gaya-gayaan, tapi bisa jadi penyelamat di kondisi darurat
Untuk gamer, pekerja lapangan, atau pengguna yang sering mobile, ini bukan sekadar tambahan—ini kebutuhan yang jarang dipenuhi di kelas harga ini.
Dan di titik ini, jujur saja:
kompetitor mulai terlihat terlalu nyaman di zona aman.
Tapi Tidak Tanpa Kompromi
Semakin agresif, tetap ada konsekuensi.
-
Bobot terasa lebih berat dibanding HP tipis pada umumnya
-
Saat dipakai maksimal, suhu tetap perlu diperhatikan meski sudah ada pendingin 3D IceCore VC
Buat yang cari HP ringan dan simpel, ini mungkin bukan pilihan utama. Tapi buat yang butuh performa dan daya tahan, ini masih masuk akal.
Jadi, Masih Worth It Pilih Flagship Lama?
Kalau kamu tipe yang:
-
Mengutamakan brand besar
-
Suka desain ringan dan simpel
-
Tidak butuh fitur ekstrem
Pilihan seperti Samsung atau Xiaomi masih relevan.
Tapi kalau kamu cari:
-
Performa maksimal di harga Rp10 jutaan
-
Baterai tahan lama tanpa mikir charge
-
Fitur “kelas atas” tanpa bayar Rp20 jutaan
Maka Infinix Note 60 Ultra jadi pilihan yang sulit diabaikan.
Karena sekarang pertanyaannya sudah berubah.
Bukan lagi “HP mana yang paling bagus”, tapi: kenapa harus bayar lebih mahal untuk fitur yang sama—atau bahkan lebih sedikit?(rh/hz)

