Waspada! Modus Penipuan Villa Batu, Korban Terus Bertambah, Jutaan Rupiah Raib
SUARA3NEWS - Bayangkan sudah transfer jutaan rupiah, pegang bukti booking, bahkan sempat survei lokasi tapi saat hari menginap tiba di Kota Batu, nama Anda tak pernah tercatat. Bukan salah sistem. Anda baru saja masuk dalam jebakan penipuan villa yang terus berulang, dengan pola yang makin rapi dan sulit dikenali.
Modus penipuan sewa villa di Kota Batu bukan cerita baru. Tapi yang bikin miris, pola lama ini terus memakan korban baru—bahkan di 2025 hingga awal 2026, jumlahnya diperkirakan sudah ratusan orang.
Di kota wisata yang identik dengan liburan keluarga dan rombongan ini, celah kepercayaan justru dimanfaatkan. Pelaku tak lagi asal-asalan. Mereka tampil meyakinkan, rapi, dan—yang paling berbahaya—terlihat seperti pengelola resmi.
Modusnya Sama, Tapi Makin Halus
Sekilas terlihat normal. Akun media sosial aktif, foto villa lengkap, testimoni berjejer, bahkan jumlah pengikut tampak meyakinkan. Banyak korban mengaku tidak menemukan kejanggalan di awal.
Pelaku biasanya:
-
Mengaku sebagai admin atau pengelola villa
-
Mengarahkan komunikasi lewat chat pribadi
-
Meminta pembayaran bertahap yang terus berubah
Awalnya hanya diminta DP. Lalu tiba-tiba harus pelunasan. Setelah itu muncul biaya deposit. Belum selesai, muncul lagi “biaya tambahan” dengan alasan pajak atau kebijakan baru.
Semua terasa masuk akal—sampai akhirnya korban sadar sudah mentransfer jutaan rupiah ke rekening yang salah.
Tak sedikit juga yang diarahkan ke link booking palsu yang tampak profesional. Platform seperti Instagram dan TikTok kerap jadi pintu masuk, karena mudah menjangkau calon wisatawan.
Lebih ekstrem lagi, ada korban yang sempat diajak survei. Namun hanya sampai depan villa, tanpa pernah benar-benar masuk. Alasannya klasik: kunci dibawa orang lain, atau pemilik sedang tidak di tempat. Setelah itu, transaksi dilakukan—dan pelaku hilang.
Kisah Nyata: Transfer Rp8 Juta, Datang-Datang Tak Diakui
Kasus ini benar-benar terjadi pada Sabtu, 12 April 2026. Seorang calon penyewa asal Surabaya datang ke Villa Twinpine di Batu dengan harapan bisa langsung check-in.
Namun yang ia temui justru kebingungan.
Namanya tidak ada di daftar tamu.
“Saya sebenarnya sudah merasa aneh dari awal,” ungkap Afdhalia.
“Awalnya diminta DP 50 persen, lalu berubah jadi full payment. Setelah itu diminta deposit Rp3 juta, bahkan sempat diminta tambahan pajak sampai 70 persen. Tapi kami sudah terlanjur transfer, total sekitar Rp8 juta.”
Harga yang ditawarkan pelaku terlihat masuk akal: Rp2,55 juta per malam. Untuk dua malam, total Rp5,1 juta—ditambah deposit Rp3 juta.
Semua tampak sah. Sampai akhirnya nomor yang dihubungi tak lagi aktif.
Di titik itu, semuanya jelas: uang hilang, villa tak pernah dipesan.
Pengelola Asli Ikut Kena Imbas
Pihak pengelola Villa Twinpine, Nova Karisma Pertiwi, memastikan bahwa transaksi tersebut bukan berasal dari jalur resmi.
“Tamu datang sesuai tanggal booking, tapi di data kami sudah ada penyewa lain yang pesan langsung. Kami tidak pernah menjual melalui akun itu,” jelasnya (13/04/2026).
Ia mengaku kejadian seperti ini bukan pertama kali. Nama villa mereka kerap dicatut oleh pihak tak bertanggung jawab.
Korban bukan hanya wisatawan. Pemilik villa juga ikut dirugikan—mulai dari reputasi yang tercoreng hingga potensi kehilangan kepercayaan pelanggan.
Polisi Sudah Ingatkan, Tapi Modus Terus Berulang
Wakapolres Batu, Kompol Danang Yudanto, sebelumnya telah mengungkap pola yang sama.
Pelaku, kata dia, sengaja membuat akun menyerupai akun resmi:
-
Foto lengkap
-
Testimoni palsu
-
Followers dalam jumlah besar
-
Muncul di pencarian teratas
“Sehingga masyarakat merasa akun tersebut valid dan terpercaya,” ujarnya dalam pernyataan sebelumnya.
Beberapa pelaku memang sudah berhasil ditangkap. Tapi praktik ini terus muncul dengan wajah baru.
Dinas Pariwisata Angkat Bicara
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, juga mengingatkan wisatawan agar tidak tergiur harga murah di luar jalur resmi.
Menurutnya, penipuan sewa villa masih menjadi salah satu kasus yang terus berulang, terutama saat musim liburan.
Cara Agar Tidak Jadi Korban Berikutnya
Modusnya boleh sama, tapi kewaspadaan harus ditingkatkan. Ini yang wajib dilakukan:
-
Pastikan komunikasi hanya dengan akun resmi villa
-
Jika survei, pastikan bisa masuk dan bertemu pengelola langsung
-
Jangan mudah percaya pada harga di bawah pasaran
-
Transfer hanya ke rekening atas nama resmi
-
Gunakan platform terpercaya seperti Agoda atau Traveloka dengan sistem pembayaran yang lebih aman
Kasus penipuan ini terus berulang bukan karena modusnya selalu baru, tapi karena celahnya selalu ada: tergesa - gesa, mudah percaya, dan tergiur. Di tengah ramainya wisata ke Batu, satu kesalahan kecil bisa berujung kerugian besar. (ra/red)

