Siapa yang Bisa Masuk Sekolah Rakyat? Ini Syarat dan Fasilitas Gratisnya

Jul 21, 2026 - 18:53
 0
Siapa yang Bisa Masuk Sekolah Rakyat? Ini Syarat dan Fasilitas Gratisnya
Sejumlah murid baru mengikuti permainan bakiak dalam kegiatan edukasi permainan tradisional di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, Jawa Tengah. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter, kerja sama, dan interaksi sosial antarsiswa. Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO (via InfoPublik)

SUARA3NEWS - Ribuan anak dari keluarga kurang mampu kini mulai menempati Sekolah Rakyat yang dibuka pemerintah secara bertahap di berbagai daerah. Program pendidikan berasrama ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini terkendala biaya.

Berbeda dengan sekolah reguler, seluruh kebutuhan dasar siswa mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, makan, seragam hingga perlengkapan belajar ditanggung negara. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang masih bertanya siapa saja yang berhak menjadi siswa, bagaimana mekanisme penerimaannya, serta apa yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah negeri pada umumnya.

Pendidikan Gratis dengan Sistem Asrama

Sekolah Rakyat merupakan satuan pendidikan formal berbasis asrama yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tercatat dalam basis data sosial pemerintah. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Selama menempuh pendidikan, siswa tidak dipungut biaya. Seluruh kebutuhan utama seperti tempat tinggal, konsumsi harian, seragam, perlengkapan sekolah hingga pembinaan karakter disiapkan pemerintah.

Sistem ini membuat siswa dapat belajar tanpa harus memikirkan biaya hidup sehari-hari sehingga mereka bisa lebih fokus mengikuti kegiatan belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Siapa yang Berhak Menjadi Siswa?

Sekolah Rakyat tidak dibuka untuk pendaftaran umum seperti sekolah negeri pada umumnya. Sasaran utama program ini adalah anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data sosial yang telah diverifikasi pemerintah.

Selain menerima peserta didik baru sesuai jenjang pendidikan, program ini juga memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sempat putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan formal.

Dengan sasaran tersebut, pemerintah berharap bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Bagaimana Cara Masuk Sekolah Rakyat?

Calon siswa tidak mendaftar secara bebas. Proses penerimaan dilakukan melalui pendataan dan verifikasi terhadap keluarga yang masuk kategori miskin maupun miskin ekstrem sesuai basis data sosial nasional.

Selanjutnya, pemerintah daerah bersama kementerian terkait melakukan seleksi administrasi dan verifikasi lapangan sebelum calon peserta didik ditetapkan.

Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan program tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan.

Apa Bedanya dengan Sekolah Negeri?

Kegiatan belajar di Sekolah Rakyat tetap mengacu pada kurikulum nasional sehingga peserta didik memperoleh pendidikan formal dan ijazah yang diakui negara.

Perbedaan utamanya terletak pada sistem pembinaan. Seluruh siswa tinggal di asrama sehingga kegiatan belajar, pembentukan karakter, pembiasaan hidup disiplin, pengembangan keterampilan hingga pendampingan keseharian berlangsung dalam satu lingkungan pendidikan.

Kehidupan di asrama juga dirancang untuk membangun kemandirian, tanggung jawab, serta kebiasaan belajar yang lebih terarah sejak dini.

Sudah Berjalan di Berbagai Daerah

Hingga pertengahan 2026, Sekolah Rakyat telah beroperasi secara bertahap di berbagai provinsi. Sebagian memanfaatkan gedung pemerintah yang telah tersedia, sementara pembangunan sekolah permanen terus dilakukan.

Berdasarkan data pemerintah, pada tahap awal program ini telah menjangkau hampir 15 ribu siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi dengan dukungan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Pemerintah juga menargetkan jumlah Sekolah Rakyat terus bertambah secara bertahap agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak.

Masih Menyisakan Tantangan

Di balik antusiasme masyarakat, pelaksanaan Sekolah Rakyat masih menyisakan sejumlah tantangan. Sejumlah pemerhati pendidikan menilai keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh banyaknya sekolah yang dibangun.

Kualitas tenaga pendidik, sistem pembelajaran, pendampingan psikologis siswa, pengelolaan asrama hingga keberlanjutan anggaran akan menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.

Selain itu, proses seleksi penerima manfaat juga diharapkan berlangsung transparan agar benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan.

Ujian Berikutnya Ada pada Pelaksanaan

Tahap awal pelaksanaan Sekolah Rakyat akan menjadi tolok ukur efektivitas program ini dalam membuka akses pendidikan bagi keluarga miskin. Evaluasi terhadap kualitas pembelajaran, pengelolaan asrama, ketepatan sasaran penerima manfaat hingga keberlanjutan program diperkirakan akan menjadi perhatian pada pengembangan tahap berikutnya.

Apabila pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi program pendidikan gratis, tetapi juga dapat membuka peluang yang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.(hz)

Helmy Zulkarnain Wartawan / redaktur Suara3News Helmy Zulkarnain adalah wartawan Suara3News yang aktif menulis berita nasional, gaya hidup sosial budaya dan teknologi. Ia juga terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa publik Bidang liputan: Pemerintahan & Hukum, Nasional, Sosial Budaya wilayah liputan: Malang Raya, Nasional