Beiersdorf Investasi Rp1 Triliun di Malang, Kapasitas Pabrik Naik Hampir 50 Persen
SUARA3NEWS – Malang bukan sekadar lokasi pabrik Beiersdorf. Dari kawasan ini, produksi NIVEA, NIVEA MEN dan Hansaplast dipasok untuk kebutuhan pasar Indonesia dan kawasan. Kini perusahaan menggelontorkan investasi 52,8 juta euro atau sekitar Rp1 triliun untuk memperluas fasilitas produksinya, dengan kapasitas produksi yang meningkat hampir 50 persen.
Beiersdorf menyebut Production Center Malang memiliki dua pabrik dan sekitar 300 pekerja. Fasilitas tersebut memasok lebih dari 90 persen kebutuhan produk Beiersdorf untuk pasar domestik Indonesia sekaligus mendukung pasokan ke pasar regional.
Kapasitas Produksi Naik Hampir 50 Persen
Investasi baru itu diarahkan untuk memperkuat fasilitas produksi di Malang. Selain meningkatkan kapasitas, perusahaan juga memperbarui sejumlah proses produksi dengan teknologi otomatisasi dan pemantauan efisiensi.
Dengan kapasitas yang meningkat hampir 50 persen, posisi Malang dalam jaringan produksi Beiersdorf ikut menguat. Pabrik di kawasan ini melayani kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus menjadi bagian dari rantai pasok kawasan.
Sekitar 300 Orang Bekerja di Fasilitas Malang
Beiersdorf saat ini mencatat sekitar 300 pekerja di Production Center Malang. Namun, jumlah tersebut tidak bisa langsung disebut sebagai tambahan tenaga kerja akibat investasi terbaru.
Beiersdorf belum menyampaikan secara spesifik berapa pekerja baru yang akan direkrut setelah perluasan fasilitas. Karena itu, dampak ekspansi terhadap lapangan kerja baru masih perlu dilihat setelah kapasitas tambahan mulai berjalan penuh.
Industri Pengolahan Punya Peran Besar di Kabupaten Malang
Ekspansi Beiersdorf berlangsung ketika industri pengolahan memang memiliki posisi penting dalam struktur ekonomi Kabupaten Malang.
Data terbaru BPS menunjukkan industri pengolahan menyumbang 33,67 persen terhadap struktur ekonomi Kabupaten Malang pada 2025. Angka itu menempatkan industri pengolahan sebagai sektor dengan kontribusi terbesar dalam struktur ekonomi daerah.
Dalam konteks tersebut, tambahan kapasitas produksi Beiersdorf menjadi perkembangan yang menarik diperhatikan, terutama karena fasilitas Malang terhubung dengan pasar Indonesia dan regional.
Namun, besarnya investasi belum otomatis menunjukkan seberapa besar manfaat ekonominya bagi masyarakat Kabupaten Malang.
Bukan Cuma Soal Rp1 Triliun
Dampak ke daerah baru bisa terlihat lebih jelas dari perkembangan tenaga kerja, aktivitas produksi dan rantai pasok setelah kapasitas baru berjalan.
Untuk saat ini, fakta yang sudah terlihat adalah posisi fasilitas Beiersdorf di Malang semakin diperkuat. Dua pabrik beroperasi dengan sekitar 300 pekerja, memasok sebagian besar kebutuhan pasar domestik dan ikut mendukung jaringan produksi kawasan.
Dengan ekspansi ini, peran fasilitas Beiersdorf di Malang dalam jaringan produksi untuk pasar Indonesia dan regional menjadi semakin besar. Dampaknya terhadap tenaga kerja dan aktivitas ekonomi daerah akan terlihat dari bagaimana kapasitas baru tersebut berjalan.(ra/hz/*)

