Magang Nasional Bisa Jadi Jalan Kerja? Ini Data 30 Ribu Lulusan
SUARA3NEWS — Program Pemagangan Nasional kembali memasuki tahap berikutnya. Namun, bagi lulusan perguruan tinggi yang menunggu pembukaan Batch 3, persoalannya bukan hanya berapa banyak posisi yang tersedia, melainkan seberapa jauh pengalaman magang bisa menjadi jalan menuju pekerjaan.
Pada program 2025, Kemnaker mencatat sekitar 60 ribu peserta yang menjalani magang di perusahaan atau industri. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu tercatat sudah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan magang. Angka itu setara hampir separuh dari kelompok peserta yang magang di perusahaan atau industri. Data tersebut masih terus diperbarui melalui penelusuran Kemnaker.
Sementara untuk Batch 3, pemerintah menyiapkan sekitar 70 ribu lowongan. Pendaftaran peserta dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, sedangkan program ditargetkan mulai November.
Bukan Hanya Soal 70 Ribu
Jumlah 70 ribu lowongan memang menjadi daya tarik utama Batch 3. Namun, pengalaman pada tahap sebelumnya menunjukkan bahwa banyaknya posisi yang tersedia tidak otomatis membuat persaingan menjadi longgar.
Pada Batch 2 Angkatan 2, sekitar 350 ribu lulusan perguruan tinggi satu tahun terakhir yang memenuhi kriteria tercatat mendaftar. Dari jumlah itu, 40.962 peserta dinyatakan lolos.
Bagi calon peserta Batch 3, angka tersebut memberi gambaran bahwa persiapan tetap penting. Posisi yang tersedia nantinya tetap harus diperebutkan melalui proses seleksi.
Batch 3 Diisi Perusahaan
Ada perbedaan penting pada Batch 3. Seluruh lowongan yang disiapkan berasal dari perusahaan. Tidak ada posisi dari kementerian maupun lembaga pemerintah.
Pendaftaran dan seleksi peserta dijadwalkan berlangsung pada Oktober, sebelum program dimulai melalui kickoff pada November 2026.
Untuk uang saku, pemerintah memastikan pembiayaannya tetap berasal dari bantuan pemerintah. Ketentuan bantuan tersebut saat ini diatur melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 252 Tahun 2026, yang berlaku untuk program pemagangan lulusan perguruan tinggi tahun 2026. Bantuan diberikan setiap bulan selama masa pemagangan dengan durasi paling lama enam bulan.
Apa yang Perlu Disiapkan Calon Peserta?
Dengan proses seleksi yang tetap menjadi bagian penting, calon peserta sebaiknya tidak hanya menunggu pendaftaran dibuka.
CV perlu disusun ringkas dan menonjolkan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dituju. Pengalaman organisasi, proyek, sertifikasi, maupun kemampuan teknis bisa dicantumkan jika memang berkaitan dengan bidang yang dipilih.
Yang tidak kalah penting adalah mencocokkan latar belakang pendidikan dan kemampuan dengan posisi yang tersedia. Pada program sebelumnya, proses seleksi juga mempertimbangkan sejumlah aspek seperti motivasi, komunikasi, integritas, kerja sama, etika profesional, pengetahuan dasar bidang, serta kesesuaian kompetensi.
Persiapan tersebut tentu bukan jaminan lolos. Namun, semakin jelas hubungan antara kemampuan yang dimiliki dan posisi yang dipilih, semakin mudah calon peserta menunjukkan alasan mengapa dirinya sesuai untuk mengikuti program.
Apakah Magang Benar-Benar Berujung Kerja?
Data penelusuran Kemnaker memberi gambaran yang lebih menarik daripada sekadar jumlah peserta.
Dari sekitar 100 ribu lulusan yang mengikuti Program Pemagangan Nasional 2025, sekitar 60 ribu menjalani magang di perusahaan atau industri. Dari kelompok tersebut, sekitar 30 ribu telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan magang.
Kemnaker menyebut angka serapan itu masih terus ditelusuri melalui tracer. Penelusuran dilakukan setiap tiga bulan untuk melihat perkembangan peserta setelah menyelesaikan program.
Angka tersebut menunjukkan adanya peserta yang berlanjut ke dunia kerja setelah magang. Namun, angka 30 ribu itu tidak berarti separuh dari seluruh peserta Magang Nasional 2025 sudah bekerja. Denominatornya adalah sekitar 60 ribu peserta yang menjalani magang di perusahaan atau industri.
Dengan begitu, magang dapat menjadi salah satu jalur menuju pekerjaan, tetapi bukan jaminan bahwa setiap peserta akan langsung direkrut setelah program berakhir.
Peserta Tidak Boleh Menggantikan Pekerja
Pemerintah juga menegaskan program ini bukan skema untuk menggantikan pekerja yang sudah ada.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peserta magang tidak diperbolehkan menggantikan pekerjaan pekerja yang ada. Peserta juga dibatasi dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan skema pemagangan, termasuk bekerja melebihi jam kerja dan menjalani shift malam.
Kemnaker menyatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan program tetap berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta.
Kapan Batch 3 Dibuka?
Program Pemagangan Nasional 2026 ditargetkan menampung total 150 ribu peserta melalui tiga batch.
Pada Batch 1, sekitar 46 ribu peserta mengikuti program. Sementara Batch 2 Angkatan 2 mencatat 40.962 peserta yang dinyatakan lolos.
Untuk Batch 3, sekitar 70 ribu lowongan disiapkan. Pendaftaran peserta dijadwalkan pada Oktober 2026 dan program ditargetkan dimulai November.
Bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin mengikuti program ini, yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah lowongan. Posisi yang dipilih juga perlu dilihat dari kesesuaiannya dengan bidang pendidikan, kompetensi yang bisa diperoleh, serta peluang pengalaman kerja yang dapat dibawa setelah program selesai.
Sebab, ukuran penting dari sebuah program magang bukan berhenti pada berapa banyak orang yang masuk. Yang lebih penting adalah apa yang dibawa peserta setelah enam bulan: pengalaman, kompetensi, dan pijakan untuk masuk ke dunia kerja.(ra/hz/*)

