Tak Perlu Smartwatch Lagi? Baju Pintar Ini Bisa Pantau Tekanan Darah Tanpa Isi Daya
SUARA3NEWS - Jam tangan pintar selama ini identik dengan pemantau kesehatan modern. Namun dominasi itu mulai mendapat ancaman baru. Tim peneliti dari National University of Singapore (NUS) menciptakan baju pintar yang mampu memantau tekanan darah secara real-time tanpa baterai dan tanpa perlu dicas.
Inovasi yang diperkenalkan pada akhir April 2026 ini disebut-sebut bisa mengubah arah industri wearable. Jika sukses masuk pasar, alat pemantau kesehatan harian tak lagi harus menempel di pergelangan tangan.
Cukup Dipakai, Sensor Langsung Aktif
Teknologi tersebut memakai smart fabric, yakni kain pintar yang ditanam sensor sangat tipis, lentur, dan nyaman digunakan sepanjang hari.
Sekilas terlihat seperti pakaian biasa. Namun di balik kain itu, sistem pemantauan kesehatan bekerja terus-menerus.
Yang paling mencuri perhatian, perangkat ini tidak memakai baterai internal seperti smartwatch pada umumnya.
Daya diperoleh secara nirkabel dari ponsel pintar pengguna. Selama ponsel berada di dekat tubuh, kain pintar bisa tetap aktif membaca kondisi kesehatan.
Ponsel juga berfungsi sebagai pusat pengolahan data. Untuk menjaga akurasi, peneliti memisahkan jalur pengiriman energi dan jalur data ke frekuensi berbeda agar sinyal tidak saling bertabrakan.
Tetap Akurat Saat Banyak Bergerak
Salah satu fokus utama teknologi ini ialah membaca tekanan darah sistolik, indikator penting dalam mendeteksi risiko penyakit jantung dan gangguan kardiovaskular.
Yang menarik, hasil uji awal menunjukkan performa yang stabil.
Saat pengguna berjalan cepat, bergerak aktif, bahkan berolahraga intensitas tinggi, sistem tetap mampu mengirim data biologis secara berkelanjutan tanpa gangguan berarti.
Ini menjadi nilai lebih karena banyak perangkat wearable saat ini kerap kehilangan akurasi ketika tubuh terlalu aktif bergerak.
Kenapa Dinilai Lebih Praktis?
Masalah terbesar perangkat kesehatan modern sering kali bukan pada teknologinya, melainkan konsistensi pengguna.
Banyak orang lupa memakai smartwatch, melepasnya saat tidur, atau menunda mengisi daya ketika baterai habis.
Akibatnya, pemantauan kesehatan tidak berjalan optimal.
Lewat konsep pakaian pintar, pengguna cukup mengenakan baju seperti biasa. Tidak ada alat tambahan, tidak ada rutinitas isi daya, dan tidak perlu diingat-ingat terus.
Sistem bekerja diam-diam di balik pakaian.
Masa Depan Wearable Bisa Berubah
Temuan dari NUS memberi sinyal kuat bahwa perangkat kesehatan masa depan kemungkinan tidak lagi berbentuk jam tangan atau gelang pintar.
Teknologi justru akan menyatu ke benda paling dekat dengan manusia: pakaian yang dipakai setiap hari.
Jika pengembangan berjalan mulus dan diproduksi massal, persaingan industri wearable bisa berubah drastis.
Smartwatch mungkin tetap bertahan. Namun ke depan, ia bukan lagi satu-satunya raja.(rh/hz)

