Hati-hati QRIS Palsu, Uang Bisa Melayang Meski Transaksi Terlihat Berhasil
SUARA3NEWS - Pembayaran menggunakan QRIS semakin mudah ditemui di berbagai tempat usaha. Penggunaannya pun terus bertambah. Bank Indonesia mencatat QRIS telah menjangkau 44 juta merchant dan 61,7 juta pengguna hingga triwulan I 2026. Memasuki triwulan II, volume transaksinya masih tumbuh 100,12 persen secara tahunan.
Di tengah penggunaan yang makin luas, kewaspadaan terhadap modus penipuan yang memanfaatkan QRIS juga perlu ditingkatkan. Sasarannya bukan hanya orang yang membayar, tetapi juga pedagang atau karyawan toko yang menerima pembayaran.
Bagi pembeli, salah satu modus yang perlu dicermati adalah QRIS merchant yang diganti atau ditimpa dengan kode milik pihak lain. Jika langsung memindai dan membayar tanpa memeriksa identitas penerima, uang bisa terkirim ke rekening yang bukan tujuan transaksi.
Karena itu, setelah memindai QRIS, jangan buru-buru menekan tombol pembayaran. Periksa nama merchant yang muncul di aplikasi dan cocokkan dengan toko atau usaha tempat bertransaksi. Jika berbeda, jangan lanjutkan pembayaran.
Risiko lain berada di sisi pedagang. Pelaku dapat menunjukkan bukti pembayaran yang terlihat meyakinkan, padahal transaksi tersebut tidak benar-benar masuk ke rekening merchant.
Modus seperti ini terungkap di Surabaya. Polres Pelabuhan Tanjungperak mengamankan pria berinisial AY (25), warga Kutai, Kalimantan Timur yang tinggal di Surabaya. Polisi menyebut AY menggunakan bukti pembayaran QRIS yang telah diedit saat melakukan transaksi tarik tunai di sebuah toko di kawasan Bulak Banteng Wetan.
Aksi tersebut disebut dilakukan lima kali dengan total kerugian sekitar Rp3,39 juta. Polisi masih mengembangkan kemungkinan adanya lokasi lain yang menjadi sasaran.
Kasus serupa juga diungkap Polres Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dua orang asal Balikpapan diamankan setelah diduga menggunakan bukti pembayaran QRIS yang dimanipulasi untuk mengelabui sejumlah toko kelontong.
Menurut polisi, pelaku menyasar toko yang dijaga karyawan karena notifikasi dana masuk terhubung ke ponsel pemilik, bukan penjaga toko. Kondisi itu dimanfaatkan untuk membuat bukti pembayaran yang ditunjukkan pelaku seolah-olah transaksi telah berhasil.
Dari dua kasus tersebut, modusnya terlihat menyasar dua sisi transaksi. Pembeli perlu memastikan QRIS yang dipindai benar-benar milik merchant tujuan, sedangkan pedagang tidak cukup hanya melihat screenshot atau bukti pembayaran yang ditunjukkan pelanggan.
Pedagang sebaiknya memeriksa notifikasi transaksi, saldo atau catatan penerimaan sebelum menyerahkan barang atau uang. Jangan menganggap transaksi selesai hanya karena pelanggan menunjukkan bukti pembayaran di layar ponselnya.
Bagi pembeli, pemeriksaan juga perlu dilakukan sebelum pembayaran dikonfirmasi. Pastikan nama merchant sesuai, nominal transaksi benar dan tidak ada kejanggalan pada informasi penerima.
Modus tersebut bukan berarti sistem QRIS telah dibobol. Yang dimanfaatkan pelaku justru kelengahan pengguna saat memeriksa transaksi.
Intinya sederhana: pembeli jangan hanya memastikan QRIS bisa dipindai, sementara pedagang jangan hanya melihat bukti pembayaran. Pastikan nama penerima sesuai dan uang benar-benar masuk sebelum transaksi dianggap selesai.(hz)

