Suhu Malang 32 Derajat, Mengapa Terasa seperti 35 Derajat?

Oct 23, 2026 - 18:08
 0
Suhu Malang 32 Derajat, Mengapa Terasa seperti 35 Derajat?
kondisi langit kota Malang yang cerah terkadang berawan dengan cuaca panas saat suhu udara mencapai 32 derajat Celsius. Paparan sinar matahari, kelembapan, dan kondisi angin dapat memengaruhi panas yang dirasakan tubuh. (Foto: suara3news)

SUARA3NEWS - Suhu siang di Malang diprakirakan mencapai 32 derajat Celsius. Namun, ketika matahari sedang terik, panas yang dirasakan tubuh bisa lebih menyengat daripada angka di prakiraan cuaca. Mengapa suhu 32 derajat bisa terasa seperti 35 derajat? Dan sampai kapan cuaca panas ini berlangsung?

Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Kota Malang pada Jumat, 23 Oktober 2026, menunjukkan suhu maksimum berbeda di setiap kecamatan. Kedungkandang diprakirakan mencapai 32 derajat Celsius. Blimbing, Klojen, dan Sukun berada di kisaran 31 derajat, sedangkan Lowokwaru sekitar 30 derajat Celsius.

Angka tersebut merupakan prakiraan, bukan catatan suhu aktual hasil pengukuran pada hari itu. Sementara itu, pemberitaan media lokal pada awal Oktober menyebut suhu siang di Malang Raya sempat berada di kisaran 33–34 derajat Celsius dengan mengutip keterangan prakirawan BMKG.

Lantas, apakah suhu 32 derajat memang terasa seperti 35 derajat? Penjelasannya berkaitan dengan beberapa kondisi yang memengaruhi bagaimana tubuh menerima dan melepaskan panas.

Mengapa Suhu 32 Derajat Bisa Terasa seperti 35 Derajat?

Angka suhu udara tidak selalu menggambarkan seberapa panas kondisi yang dirasakan seseorang saat beraktivitas di luar ruangan.

Ketika matahari bersinar terik dan tutupan awan sedikit, tubuh menerima paparan sinar matahari lebih langsung. Jalan beraspal, atap, dan dinding bangunan juga menyerap panas, sehingga lingkungan terbuka dapat terasa lebih menyengat dibandingkan tempat yang teduh.

Kelembapan udara ikut berpengaruh. Saat udara lembap, keringat lebih sulit menguap dan tubuh menjadi kurang efektif melepaskan panas. Angin yang lemah juga bisa membuat udara terasa pengap.

Kombinasi kondisi tersebut menjelaskan mengapa suhu udara 32 derajat Celsius bisa terasa lebih panas ketika seseorang berada di bawah matahari. Namun, belum ada data indeks panas khusus Malang Raya yang memastikan bahwa suhu 32 derajat benar-benar terasa setara dengan 35 derajat Celsius. Angka 35 derajat dalam judul merupakan pertanyaan tentang sensasi panas, bukan hasil pengukuran indeks panas setempat.

Apa yang Membuat Malang Raya Terasa Lebih Panas?

Malang dikenal dengan udara yang relatif sejuk, terutama jika dibandingkan dengan sejumlah kota di dataran lebih rendah. Meski begitu, kondisi tersebut bukan berarti wilayah ini selalu terhindar dari cuaca terik.

Dalam pemberitaan detikJatim pada 7 Oktober 2026, prakirawan BMKG menjelaskan bahwa atmosfer yang cenderung kering dan minim awan pada periode tersebut membuat sinar matahari lebih leluasa mencapai permukaan bumi. Dampaknya, panas pada siang hari bisa terasa lebih kuat.

Pergerakan semu tahunan Matahari juga memengaruhi penerimaan sinar matahari di Indonesia. Di sisi lain, BMKG turut menjelaskan pengaruh El Niño yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif dalam konteks kondisi kering dan berkurangnya peluang pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.

Meski demikian, faktor iklim tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai satu-satunya penyebab setiap kenaikan suhu di Malang. Untuk menjelaskan kondisi pada hari tertentu secara lebih tepat, tetap diperlukan data pengamatan setempat dan analisis meteorologi sesuai periode yang dibahas.

Sampai Kapan Cuaca Panas Berlangsung?

Belum ada tanggal pasti yang bisa dijadikan patokan kapan cuaca panas di Malang Raya akan berakhir.

Dalam prakiraan cuaca Indonesia periode 23–29 Oktober 2026, BMKG menyebut kondisi kering dan panas masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah. Peluang hujan tetap ada, tetapi sebarannya tidak merata. Jawa Timur termasuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang pada periode tersebut.

Namun, prakiraan untuk tingkat provinsi tidak bisa memastikan kapan hujan akan turun di Kota Malang, Kabupaten Malang, atau Kota Batu. Kondisi cuaca di ketiga wilayah itu pun dapat berbeda, meskipun berada dalam satu kawasan Malang Raya.

Artinya, cuaca panas masih mungkin berlanjut dalam beberapa hari ke depan, tetapi belum ada kepastian kapan kondisi akan benar-benar mereda. Perkembangannya bergantung pada keadaan atmosfer dan cuaca setempat.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan sebaiknya mengurangi paparan langsung matahari ketika terik, mencari tempat teduh, dan menjaga kecukupan cairan tubuh. Jika mulai merasa pusing, lemas, atau kepanasan, jangan memaksakan diri melanjutkan aktivitas.

Jadi, suhu maksimum yang diprakirakan BMKG untuk Kota Malang pada 23 Oktober mencapai 30–32 derajat Celsius. Panas yang dirasakan tubuh dapat dipengaruhi paparan matahari, kelembapan, dan angin. Sementara itu, apakah panas tersebut setara dengan sensasi 35 derajat dan kapan akan berakhir, belum bisa dipastikan tanpa data indeks panas serta pengamatan cuaca setempat.(hz/*)

Helmy Zulkarnain Wartawan / redaktur Suara3News Helmy Zulkarnain adalah wartawan Suara3News yang aktif menulis berita nasional, gaya hidup sosial budaya dan teknologi. Ia juga terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa publik Bidang liputan: Pemerintahan & Hukum, Nasional, Sosial Budaya wilayah liputan: Malang Raya, Nasional