137 Kepala SPPG Dicopot, BGN : Tak Ada Toleransi bagi Keracunan dan Penyimpangan Program MBG

Aug 4, 2026 - 11:25
 0
137 Kepala SPPG Dicopot, BGN : Tak Ada Toleransi bagi Keracunan dan Penyimpangan Program MBG
BGN mengumumkan pencopotan 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). foto: dok humas BGN

SUARA3NEWS - Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Pencopotan dilakukan setelah ditemukan berbagai pelanggaran, mulai dari masalah disiplin, dugaan penyimpangan, hingga kasus yang berkaitan dengan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan itu diumumkan Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, usai rapat pimpinan di Kantor BGN, Senin (3/8).

Menurut Mas Dar, kepala SPPG yang dicopot berasal dari sejumlah provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara, Banten, dan Jawa Tengah. Di antaranya termasuk kepala SPPG yang mengelola dapur MBG di Semarang, yang sebelumnya menjadi sorotan setelah kasus keracunan di SMK Negeri 6 Semarang.

"Per hari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia," kata Mas Dar.

Ia mengatakan, pencopotan dijatuhkan kepada kepala SPPG yang terbukti melanggar disiplin atau memiliki rekam jejak yang tidak sesuai dengan standar operasional dan ketentuan yang berlaku di BGN.

BGN juga menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran dalam Program MBG, baik yang berkaitan dengan keamanan pangan maupun dugaan penyimpangan anggaran.

"Kami zero toleran terhadap keracunan, zero toleran terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentik uang, dan lain-lain. Trust is good, but control is better," tegasnya.

Selain melakukan pencopotan, BGN mulai menyiapkan sistem pengawasan berbasis digital untuk memantau aktivitas di setiap dapur MBG. Melalui sistem itu, orang tua, sekolah, dinas pendidikan, dan dinas kesehatan nantinya dapat melihat informasi mengenai menu makanan, kandungan gizi, dapur yang menyiapkan makanan, hingga kepala SPPG yang bertanggung jawab.

"Kami ingin menyediakan informasi yang terbuka kepada pihak-pihak terkait sehingga orang tua, guru, kepala sekolah, dan dinas terkait bisa mengetahui menu yang diberikan kepada anak, kandungan gizinya, dapur yang memasak, hingga jika ada keluhan bisa langsung dipantau," ujar Mas Dar.

Pencopotan 137 kepala SPPG menjadi salah satu evaluasi internal terbesar yang diumumkan BGN sejak Program MBG berjalan. Namun hingga kini, BGN belum merinci berapa kepala SPPG yang dicopot karena pelanggaran disiplin, kasus keamanan pangan, maupun dugaan penyimpangan keuangan.

BGN juga belum menjelaskan apakah dugaan penyimpangan yang ditemukan akan ditindaklanjuti melalui proses hukum atau hanya dikenai sanksi administratif. Selain itu, belum dijelaskan mekanisme pengisian kepala SPPG yang dicopot agar layanan Program MBG tetap berjalan.(hz/*)

Helmy Zulkarnain Wartawan / redaktur Suara3News Helmy Zulkarnain adalah wartawan Suara3News yang aktif menulis berita nasional, gaya hidup sosial budaya dan teknologi. Ia juga terlibat dalam peliputan berbagai peristiwa publik Bidang liputan: Pemerintahan & Hukum, Nasional, Sosial Budaya wilayah liputan: Malang Raya, Nasional